oleh

Dishub Jatim Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Nyepi

SURABAYA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., , menghadiri rapat koordinasi (rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di wilayah Provinsi Jawa Timur bersama Menteri Perhubungan RI pada Jumat (20/2/2026) di Gedung Negara Grahadi, Gedung Negara Grahadi.

Dalam kesempatan tersebut, Nyono menyampaikan bahwa masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Sementara itu, posko angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 17 hingga 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026. Namun, pada periode yang sama juga bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang mengakibatkan penutupan operasional Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk pada 18 Maret 2026. Kondisi ini, menurutnya, menjadi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan dan penumpang.

“Karena ada penutupan saat Nyepi, kami sudah memetakan kantong-kantong parkir di sekitar Pelabuhan Ketapang untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Pengelolaan parkir menyesuaikan dengan kepemilikan lahan, baik oleh BUMDes maupun pihak lainnya, dengan tarif yang telah ditetapkan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Nyono juga memaparkan prediksi mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026 di Jawa Timur. Untuk pergerakan internal Jawa Timur, diperkirakan sekitar 7,7 juta orang menggunakan angkutan umum, dengan rincian 2,92 juta penumpang kereta api, 2,67 juta penumpang bus, 1,23 juta penumpang angkutan penyeberangan, 756 ribu penumpang pesawat, dan 150 ribu penumpang kapal laut.

Untuk mendukung layanan tersebut, Dishub Jatim telah menyiapkan 6.637 unit bus, 148 rangkaian kereta api, 302 unit pesawat, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan.

Selain itu, berdasarkan deteksi kamera Artificial Intelligence (AI) yang dipasang di sejumlah titik perbatasan, kendaraan pribadi yang masuk ke wilayah aglomerasi Surabaya melalui jalur arteri non-tol diperkirakan mencapai sekitar 251 ribu kendaraan per hari selama masa angkutan Lebaran (16–17 hari). Sementara kendaraan yang keluar-masuk Jawa Timur melalui jalur arteri tercatat sekitar 33 ribu kendaraan per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Jangkar, terutama masyarakat Jawa Timur yang bekerja di Bali dan pulang saat Nyepi, Pemprov Jatim telah mengajukan tambahan tiga kapal dengan kapasitas minimal 250 orang per kapal atau sekitar 750 penumpang per hari.

Dishub Jatim juga menyiapkan program mudik gratis. Untuk angkutan laut, program akan dimulai 8 Maret 2026 dengan enam kali perjalanan pulang-pergi (PP) dan diperkirakan mampu mengangkut 3.000 orang. Sedangkan untuk angkutan jalan, disiapkan 200 unit bus (25 bus AKAP, 100 bus AKDP, dan 75 bus dukungan stakeholder) dengan kapasitas sekitar 8.000 orang selama 16 hari masa angkutan Lebaran.

“Total ada sekitar 11.000 orang yang akan terangkut melalui program angkutan umum gratis ini. Harapannya dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menurunkan angka kecelakaan,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, program mudik gratis mampu menurunkan angka kecelakaan hingga 3–5 persen selama periode angkutan Lebaran.

Selain itu, disiapkan pula pengangkutan 200 unit sepeda motor ke enam jurusan. Skemanya, pemudik akan diberangkatkan menggunakan bus, sementara sepeda motor diangkut menggunakan truk. Layanan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna menekan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Pendaftaran mudik gratis angkutan jalan dibuka secara daring pada 2–5 Maret 2026 dan luring mulai 8 Maret 2026. Sedangkan untuk angkutan laut, pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Pemprov Jatim sebelum 8 Maret 2026.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Dishub Jatim optimistis penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali meski beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *