Malang- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong tumbuhnya wirausaha muda di sektor ekonomi kreatif. Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Youth Creativepreneur Centre (YC2) Penguatan Kewirausahaan Pemuda Bidang Ekonomi Kreatif Sub Sektor Fashion Tahun 2025 yang digelar di BLK Wonojati, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada 8–10 Desember 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Dari Kreativitas Menuju Profitabilitas”, sebagai refleksi pentingnya mengarahkan potensi dan kreativitas pemuda agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang nyata, berdaya saing, dan berkelanjutan. Program YC2 merupakan salah satu inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membina dan mengembangkan talenta muda agar mampu mengubah ide kreatif menjadi usaha riil, khususnya di subsektor fesyen.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Jawa Timur sekaligus Ketua Panitia, Awan Widodo, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa YC2 Jawa Timur dirancang sebagai wadah pembinaan kewirausahaan bagi pemuda agar tidak hanya unggul dalam kreativitas, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap aspek bisnis.
“YC2 Jawa Timur adalah program untuk melatih dan membina talenta muda agar mampu mengubah kreativitas mereka menjadi bisnis nyata. Fokusnya tidak hanya pada ide dan proses kreatif, tetapi juga pada penguatan branding, pemasaran, serta pemahaman perjalanan bisnis secara menyeluruh,” jelas Awan Widodo.
Ia menegaskan bahwa sektor fashion dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif yang dekat dengan generasi muda. Melalui YC2, diharapkan akan lahir merek-merek fesyen baru dari Jawa Timur yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Lebih lanjut, Awan Widodo mengungkapkan bahwa pendaftaran peserta YC2 Sub Sektor Fashion Tahun 2025 dibuka secara terbuka melalui media sosial. Antusiasme pemuda Jawa Timur terhadap program ini terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 163 orang mendaftar, kemudian dilakukan proses seleksi dan kurasi hingga terpilih 100 peserta yang dinilai memiliki potensi dan komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
“Dari 163 pendaftar yang masuk, kami lakukan kurasi secara ketat, hingga terpilih 100 pemuda yang mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan memiliki minat serius di bidang fashion dan kewirausahaan,” ujarnya.
Pelatihan YC2 Sub Sektor Fashion 2025 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Desember 2025. Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan dibekali berbagai materi dan praktik melalui metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, seperti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi perjalanan bisnis, presentasi ide usaha, serta sesi interaktif lainnya.
Awan Widodo menekankan bahwa tema “Dari Kreativitas Menuju Profitabilitas” memiliki makna strategis, yakni menegaskan bahwa kemampuan kreatif pemuda harus diarahkan menjadi nilai ekonomi yang konkret. Menurutnya, karya yang inovatif dan kreatif harus diolah secara profesional agar memiliki nilai jual, daya saing, serta peluang pasar yang luas.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kreativitas saja tidak cukup. Kreativitas tersebut harus dikelola, dikemas, dan dipasarkan dengan baik agar mampu menghasilkan keuntungan dan membuka peluang usaha,” tegasnya.
Mengakhiri laporannya, Awan Widodo berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta serta menjadi langkah awal lahirnya wirausaha muda fesyen yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Ia juga memohon dukungan serta arahan dari jajaran pimpinan Dispora Jawa Timur agar program YC2 dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Melalui YC2 ini, kami berharap pemuda Jawa Timur mampu menjadi pelaku usaha yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan pasar dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Sedangkan Kadispora Prov Jatim Hadi Wawan Guntoro menegaskan bahwa YC2 merupakan bagian dari agenda strategis yang sejalan dengan visi dan arahan Gubernur Jawa Timur dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif.
“YC2 ini termasuk salah satu program prioritas Ibu Gubernur di bidang kepemudaan. Dan karena Dispora memang membidangi urusan pemuda, maka program ini menjadi sangat relevan dan strategis untuk terus kita dorong,” ujarnya.
Menurutnya, Dispora Jatim telah merancang sejumlah program penguatan kewirausahaan pemuda yang berfokus pada berbagai subsektor ekonomi kreatif. Sub sektor fashion menjadi salah satu fokus utama pada tahun ini, yang selanjutnya akan diikuti subsektor lain seperti kriya dan kuliner.
“Sekarang ini kita mulai dari fashion. Ke depan ada kriya, kemudian ada kuliner. Harapannya, pembinaan ini berjalan berkelanjutan dan terukur,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspek keterukuran menjadi penting dalam program YC2. Oleh karena itu, para peserta yang mengikuti pelatihan akan diseleksi dan diarahkan untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang terstandar secara nasional.
“Nanti peserta dari kegiatan ini akan kita seleksi lagi untuk mengikuti uji sertifikasi. Kalau sudah tersertifikasi BNSP, itu artinya kompetensi mereka sudah memenuhi standar nasional. Ini penting agar kualitas SDM pemuda kita betul-betul diakui,” tegasnya.
Hadi Wawan Guntoro menjelaskan bahwa sebagian besar peserta YC2 bukanlah pemula yang benar-benar baru memulai usaha, melainkan pemuda yang sudah lebih dulu melakukan aktivitas usaha di daerah masing-masing. Melalui YC2, mereka mendapatkan penguatan kapasitas agar usaha yang dijalankan bisa naik kelas.
“Mereka ini rata-rata sudah punya aktivitas, bukan yang nol. Di sini kita beri penguatan kapasitas, diajari bagaimana membangun usaha yang baik, membangun jejaring usaha, mengelola pemasaran, supaya ujungnya mereka bisa mandiri dan berproduksi secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Hadi menekankan bahwa tujuan akhir dari YC2 adalah menciptakan wirausaha muda yang tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Goal-nya mereka bisa menghasilkan, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk warga di sekitarnya. Ini yang kita harapkan dari kewirausahaan pemuda,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hadi Wawan Guntoro juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekosistem kewirausahaan pemuda. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus melibatkan berbagai pihak.
“Ke depan tentu harus ada kolaborasi lintas sektor, baik dengan BUMD, perangkat daerah lain, maupun dengan badan usaha. Ini penting supaya penguatan pemuda ini tidak berhenti hanya di pelatihan,” ujarnya.
Ia melihat situasi pasar saat ini, termasuk maraknya barang impor dan barang bekas, justru menjadi peluang besar bagi produk lokal, khususnya produk fesyen buatan pemuda Jawa Timur.
“Masuknya barang impor dan barang bekas tentu mengganggu produksi pengrajin dan pengusaha lokal. Tapi ini juga peluang besar. Anak-anak muda harus melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkuat produk lokal Jawa Timur,” jelasnya.
Hadi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan dari berbagai sisi, mulai dari kebijakan, pelatihan, hingga peluang permodalan dan pemasaran, agar ekosistem kewirausahaan pemuda dapat terbentuk secara kuat dan saling terhubung.
“Dari sisi kebijakan ada dukungan, dari sisi pelatihan ada dukungan. Ke depan mudah-mudahan dari sisi permodalan dan pemasaran juga ada dukungan. Ini yang kita sebut membangun ekosistem kewirausahaan pemuda,” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah produk lokal yang telah dibina dan kemudian dilibatkan dalam misi dagang antarprovinsi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti konkret bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang nyata.
“Kalau produknya sudah sustain, sudah siap secara kapasitas, bisa kita libatkan dalam misi dagang. Ada permintaan, ada transaksi, dan itu menciptakan perputaran ekonomi. Harapan kita, peserta YC2 ini bisa sampai ke tahap itu,” ujarnya.
Bahkan, Hadi menyebutkan bahwa produk-produk hasil karya wirausaha muda ke depan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan pemerintah daerah, seperti produk cenderamata resmi.
“Ke depan, bukan tidak mungkin produk-produk dari teman-teman ini bisa menjadi souvenir atau produk resmi pemerintah. Ini bentuk nyata keberpihakan kepada produk lokal,” pungkasnya.
Melalui YC2 Sub Sektor Fashion Tahun 2025, Hadi Wawan optimistis akan lahir wirausaha muda yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Jawa Timur secara berkelanjutan.















Komentar