Madiun Media Central, Pembangunan kolam ikan yang berada di lingkup area, belakang Kantor Desa Betek Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jatim, merupakan wujud dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tahun 2026 ini.
Yang fungsinya untuk membudidaya ikan nila sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini juga kedepan dijalankan melalui kerja sama antara Pemdes Betek dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola utama, dengan tujuan meningkatkan produksi ikan sebagai sumber pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Kepala Desa Betek, Sapto Hari Pramono waktu dikonfirmasi dalam pertemuan mengatakan terkait hal tersebut, tetap berkolaborasi pengelolaannya oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Rezeki Semulur, yang kedepan sebagai pendukung kuliner (pedagang warga setempat), serta terutama untuk SPPG.

“Dengan pengelolaan oleh Bumdes Rezeki Semulur, harapan tetap ada kesinambungan dari program ini. Hasilnya nanti tidak hanya dirasakan oleh pengelola, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat desa, “terangnya.
Sebagaimana diketahui mengenai pembangunan kolam ikan tersebut, bersumber dari APBDes Dana Desa tahun 2026. Dengan menggunakan pembangunan kolam sistem RAS (Recirculating Aquaculture System). Yaitu teknologi budidaya ikan intensif yang menggunakan kembali air secara berulang, setelah melalui proses filtrasi mekanis dan biologis.
“Sistem ini sangat efisien untuk lahan terbatas, menghemat air, meminimalisir limbah, dan meningkatkan kepadatan tebar ikan, “jelas Sapto Hari Pramono pada Rabu (6/5/2026).
Adapun keunggulan menggunakan sistem RAS ini, menurut Kepala Desa Betek faktornya hemat akan air dan lahan, serta dari pengembangannya berproduksi tinggi. Keunggulan lainnya dari kualitas lingkungan budidaya terjaga dari penyakit dan kontaminasi. Selain itu juga bertujuan efisiensi, yaitu mengurangi biaya pakan dan energi secara jangka panjang.
“Sistem ini juga sangat cocok untuk budidaya intensif yang membutuhkan kontrol kualitas air ketat untuk meminimalisir risiko penyakit, “jelasnya pula.
Sapto Hari Pramono, Kepala Desa Betek juga mengatakan dalam pertemuan, bahwa pembangunan kolam budidaya ikan berukuran 5 M X 20 M, semua pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan memanfaatkan sumber daya masyarakat setempat. Hal ini sebagai bentuk pemberdayaan warga dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Dengan harapan, terhadap bangunan kolam budidaya ikan tersebut, dari pihaknya (Pemdes) merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis potensi desa. Untuk menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat jangka panjang. (Ex/RD)















Komentar