oleh

Durian Parimo Tembus Rp470 Miliar, Ekspor Terganjal Sertifikasi

PARIGI MOUTONG, Central.info — Durian asal Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kini menjadi primadona baru yang berpotensi viral di pasar internasional. Nilai ekonomi komoditas lokal ini sangat fantastis, yakni berhasil menembus angka Rp404 miliar hingga Rp470 miliar per tahun.

“Luas lahan durian di Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah mencapai sekitar 6.434 hektare,” ujar Karding saat memberikan keterangan kepada media.

Dari total potensi lahan yang sangat luas tersebut, realisasi ekspor durian pada tahun lalu tercatat sudah mencapai 6.035 ton. Angka ini membuktikan bahwa durian Sulteng memiliki kualitas yang sangat diminati oleh pasar luar negeri.

Namun di balik angka yang menggiurkan tersebut, industri durian lokal masih menghadapi jalan terjal. Karding menilai pemerintah dan petani masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan.

Masalah utama yang menjadi ganjalan saat ini adalah lambatnya proses registrasi kebun dan sertifikasi rumah kemas. Faktanya, dari total 6.434 hektare lahan yang tersedia, baru sekitar 1.000 hektare kebun durian yang resmi terdaftar untuk kebutuhan ekspor.

Percepatan sertifikasi ini mendesak dilakukan agar potensi ekonomi ratusan miliar rupiah dari keringat petani lokal tidak hangus dan bisa terserap pasar global secara maksimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *