Surabaya- Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur mendorong agar PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim semakin efisien dalam menjalankan operasional perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting agar kinerja perusahaan dapat terus meningkat dan mampu memberikan keuntungan lebih besar bagi para pemegang saham maupun pemerintah daerah.
Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar mengatakan, rekomendasi efisiensi menjadi salah satu poin utama yang disampaikan pansus saat melakukan pembahasan terhadap BUMD di Jawa Timur.
Menurutnya, efisiensi diperlukan agar margin keuntungan Bank Jatim semakin meningkat. Sebab, Bank Jatim tidak hanya memberikan dividen kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota, tetapi juga kepada para pemegang saham publik karena statusnya sebagai perusahaan terbuka.
“Harapannya Bank Jatim bisa menekan biaya operasional tetapi tetap efektif sehingga margin keuntungan bisa meningkat,” ujarnya.
Meski demikian, Abubakar menegaskan bahwa pansus tidak secara spesifik mengarahkan pemangkasan pada sektor tertentu, termasuk pengurangan pegawai. Menurut dia, langkah efisiensi tetap menjadi kewenangan manajemen perusahaan.
“Kalau bagian mana yang harus dipangkas, itu tetap menjadi kebijakan manajerial Bank Jatim,” katanya.
Selain efisiensi, Pansus BUMD juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pemasaran. Bank Jatim dinilai harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan strategi pemasaran yang lebih modern dan kreatif.
Ia menilai Bank Jatim tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah daerah, tetapi juga harus mulai memperluas pangsa pasar ke masyarakat umum agar mampu bersaing lebih luas di sektor perbankan nasional.
“Harus punya tim pemasaran yang keren, kegiatan-kegiatannya juga harus menarik. Jangan hanya menyasar pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas,” jelasnya.
Dalam hal ekspansi bisnis, pansus juga merekomendasikan adanya segmentasi yang jelas antara Bank Jatim dan Bank UMKM Jawa Timur. Menurut Abubakar, kedua lembaga keuangan tersebut perlu memiliki fokus pasar yang berbeda agar tidak saling tumpang tindih.
“Bank UMKM bisa fokus pada sektor UMKM dengan nominal tertentu, sementara Bank Jatim menggarap segmen lainnya. Tetapi pada prinsipnya, perbankan harus tetap lincah dan memiliki jangkauan luas,” terangnya.
Terkait kerja sama ekspansi di luar daerah, ia menyebut Bank Jatim sejauh ini telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah bank lain. Namun demikian, pansus mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak justru menambah beban operasional yang dapat mengurangi keuntungan perusahaan. (adi)










Komentar