Surabaya — Wakil Direktur Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga,
Dr. Nusdianto Triakoso drh., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan pengendalian populasi kucing yang dilaksanakan di lingkungan kampus dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kucing liar yang menimbulkan keprihatinan bersama. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga.
Menurut Nusdianto, kucing tidak hanya berperan sebagai hewan kesayangan yang dekat dengan kehidupan manusia, namun juga memiliki potensi membawa dan menularkan penyakit apabila populasinya tidak terkendali. Salah satu risiko kesehatan yang dapat muncul adalah penyakit zoonosis yang berbahaya bagi manusia.
“Jika tidak dilakukan pengendalian, maka ini bisa menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan. Karena itu, salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pengendalian populasi melalui sterilisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus disertai dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama para pemilik hewan peliharaan, agar tidak menelantarkan atau membuang hewan kesayangan ketika sudah tidak diinginkan. Penelantaran hewan, lanjutnya, bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan yang kini semakin diperhatikan secara etika maupun regulasi.
“Hewan kesayangan adalah makhluk hidup. Kalau memang disayangi, jangan dibuang. Hewan harus dipelihara dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Nusdianto menjelaskan, kegiatan sterilisasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan FKH Unair dalam rangkaian Dies Natalis, dengan melibatkan tenaga ahli dari divisi klinik Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga. Seluruh tindakan operasi dilakukan oleh dokter hewan berpengalaman dengan dukungan mahasiswa dan tenaga medis.
Kucing yang telah menjalani sterilisasi akan tetap dipantau kesehatannya. Apabila memungkinkan, kucing akan disalurkan untuk diadopsi. Namun jika tidak, kucing akan dilepas kembali ke lingkungan kampus dalam kondisi sudah steril dan sehat, sehingga tidak lagi berpotensi menambah populasi.
“Kegiatan ini adalah langkah awal. Ke depan, kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari komunitas pecinta kucing dan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga, para dokter, mahasiswa, serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sterilisasi tersebut. Selain itu, ia berharap peran media dapat membantu menyebarluaskan pesan penting tentang kepedulian dan tanggung jawab terhadap hewan kesayangan.
Dengan adanya kegiatan ini, Dirinya berharap kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin meningkat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat dan aman bagi seluruh civitas akademika.














Komentar