Surabaya- DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X Kota Surabaya tahun 2026, Sabtu (18/4/2026), di Hotel Dafam Pacific Caesar.
Mengusung tema “Transformasi PPP untuk Indonesia”, Muscab tersebut dihadiri jajaran pengurus, tokoh agama, serta perwakilan partai politik seperti Gerindra, PSI, PKS, NasDem, Golkar, hingga PDI Perjuangan.
Hadir pula Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Zaid Al-Habsyi, bersama sejumlah tokoh internal seperti Nur Hasan dan Nyai Umi, serta jajaran DPD dan PAC PPP se-Surabaya.
Ketua DPC PPP Surabaya, H. Muhaimin, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat bawah.
Ia menambahkan, melalui kebersamaan serta sinergi seluruh kader, PPP Kota Surabaya diharapkan semakin kokoh dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Muhaimin juga menargetkan adanya peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Saat ini, PPP Surabaya mengantongi tiga kursi di DPRD, dan optimisme untuk menambah jumlah tersebut terus didorong.
Perlu diketahui, Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 DPC PPP Kota Surabaya tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan identitas visual yang sarat makna melalui logo yang diusung dalam kegiatan tersebut. Logo ini dirancang sebagai representasi nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta kearifan lokal yang menjadi karakter Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada bagian tengah logo, terdapat simbol Ka’bah yang menjadi elemen utama. Simbol ini merepresentasikan akidah Islam serta menunjukkan bahwa seluruh gerak langkah organisasi berlandaskan pada nilai-nilai religius dan ketaatan kepada Tuhan. Selain itu, Ka’bah juga dimaknai sebagai lambang persatuan umat Muslim.
Di bagian latar, tampak siluet burung dengan sayap membentang berwarna emas yang menggambarkan semangat nasionalisme, kejayaan, dan cita-cita luhur. Sayap yang terbentang melambangkan dorongan untuk terus maju, berkembang, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, terdapat pula simbol huruf “X” yang merujuk pada angka Romawi sepuluh, sebagai penanda bahwa kegiatan ini merupakan Muscab ke-10. Elemen ini menegaskan posisi forum sebagai momentum penting dalam perjalanan organisasi di tingkat cabang.
Kearifan lokal Surabaya juga dihadirkan melalui simbol Suro dan Boyo, yang tergambar dalam elemen visual berupa hiu dan buaya. Keduanya melambangkan keberanian, kegigihan, serta identitas khas Kota Surabaya yang kuat dan tidak terpisahkan dari semangat perjuangan.
Secara keseluruhan, logo Muscab ke-10 ini mengandung pesan transformasi dan penguatan konsolidasi organisasi. PPP Surabaya ingin menunjukkan komitmen untuk tetap berpegang pada nilai religius, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman dan menjunjung tinggi kearifan lokal demi meraih kemajuan dan kejayaan di masa mendatang.









Komentar