Malang- Gentur Prihantono Kembali Pimpin PII Jatim Periode 2026–2030
Gentur Prihantono kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur periode 2026–2030 dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PII Jatim yang digelar di Kota Malang, Sabtu (10/5/2026).
Kembalinya Gentur memimpin organisasi profesi insinyur terbesar di Jawa Timur tersebut menjadi hasil kesepakatan peserta Muswil setelah melalui rangkaian sidang pleno dan proses musyawarah organisasi yang berlangsung secara demokratis.
Dalam keterangannya usai proses pemilihan, Gentur menjelaskan bahwa tahapan Muswil dimulai dari pleno laporan pertanggungjawaban hingga tahapan pemilihan ketua wilayah.
Ia menyebut terdapat tiga nama calon ketua yang maju dalam proses pencalonan, yakni dirinya sendiri, Prof. Sigit, dan Prof. Bambang.
“Prosesnya dimulai dari pleno satu, pleno dua pertanggungjawaban, kemudian masuk tahapan pemilihan. Calonnya ada tiga, yaitu nomor satu Dr. Gentur, nomor dua Profesor Sigit, dan nomor tiga Profesor Bambang,” ujar Gentur.
Namun dalam proses musyawarah yang berlangsung, peserta Muswil akhirnya mencapai kesepakatan bersama untuk kembali melanjutkan kepemimpinan Gentur Prihantono sebagai Ketua PII Jawa Timur periode berikutnya.
“Kalau memang tidak ada pemilihan dan disepakati musyawarah, maka langsung melanjutkan kepemimpinan yang ada,” katanya.
Setelah proses pemilihan selesai, agenda Muswil kemudian dilanjutkan dengan penetapan ketua formatur dan penyusunan langkah strategis organisasi untuk periode 2026–2030.
Gentur mengaku amanah yang diemban ke depan cukup besar, terutama dalam memperkuat program kerja organisasi, meningkatkan kegiatan keinsinyuran, serta memperluas sinergi dengan pemerintah dan berbagai stakeholder pembangunan.
“Langkah ke depan tentu amanahnya besar sekali, mulai program kerja, kegiatan-kegiatan organisasi, sosialisasi dengan pemerintah, serta penguatan regulasi bersama pemerintah,” ungkapnya.
Menurut Gentur, salah satu prioritas utama kepengurusan mendatang adalah memperkuat sosialisasi profesi insinyur serta meningkatkan jumlah insinyur profesional di Jawa Timur.
Ia menilai penguatan jumlah dan kualitas insinyur menjadi bagian penting dalam mempercepat terbentuknya Dewan Insinyur Indonesia yang semakin kuat dan berdaya saing.
“Prioritas utama adalah sosialisasi dan segera menambah jumlah insinyur, supaya semakin banyak dan semakin kuat,” jelasnya.
Selain itu, Gentur juga menyoroti tantangan dunia keinsinyuran ke depan yang dinilainya cukup berat, khususnya akibat perlambatan ekonomi yang berdampak langsung pada sektor konstruksi dan lapangan kerja para insinyur.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menyebabkan banyak proyek pembangunan mengalami penyesuaian sehingga turut mempengaruhi peluang kerja di sektor teknik dan konstruksi.
“Tantangan sekarang ini lapangan pekerjaan. Kondisi ekonomi juga berdampak pada insinyur yang bekerja di sektor konstruksi,” katanya.
Karena itu, Gentur menegaskan pentingnya penguatan posisi profesi insinyur Indonesia agar memiliki kedudukan yang setara dan diakui secara profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap seluruh profesi insinyur di Indonesia memiliki standar kompetensi yang sama dan mampu bersaing secara global.
“Kalau di sini insinyur, di sana juga harus insinyur. Sama-sama punya kompetensi dan profesi,” tegasnya.
Kembalinya Gentur Prihantono sebagai Ketua PII Jawa Timur diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid, profesional, serta mampu memperkuat kontribusi para insinyur dalam pembangunan Jawa Timur dan Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi yang terus berubah.















Komentar