Surabaya – Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKA PTK) Jawa Timur menggelar kegiatan Stadium General bertema Penguatan Nilai-Nilai Kepamongprajaan sebagai upaya memperkuat peran aparatur sipil negara dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif dan berintegritas.
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur sebagai narasumber utama, serta diikuti oleh para alumni PTK, pejabat pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait. Acara berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang memenuhi ruang pertemuan.
Dalam acara Stadium General tersebut bertema “Mendukung Efektivitas Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah” menjadi fokus utama pembahasan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua IKA PTK Jawa Timur M. Sodiq Triwidiyanto menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran Gubernur Jawa Timur di tengah padatnya agenda pemerintahan.
Ia menilai kehadiran Gubernur tidak hanya sebagai pemimpin daerah, tetapi juga sebagai figur teladan dan “ibu” bagi seluruh keluarga besar kepamongprajaan di Jawa Timur yang senantiasa memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang aparatur pemerintahan.
M. Sodiq menegaskan bahwa kegiatan Stadium General ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ikatan emosional antara para senior, orang tua, serta generasi muda kepamongprajaan. Menurutnya, sinergi lintas generasi menjadi kunci dalam mewariskan nilai, pengalaman, dan semangat pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia juga menegaskan komitmen IKA PTK Jawa Timur untuk menjadi barisan yang solid dalam mendukung visi dan program Gubernur Jawa Timur, khususnya dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. Seluruh alumni PTK, kata dia, siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan dan memastikan program pembangunan berjalan hingga ke tingkat masyarakat.
Dalam pesannya kepada para peserta, M. Sodiq mengajak seluruh alumni dan aparatur kepamongprajaan untuk menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan visioner. Ia menekankan bahwa kekuatan aparatur Jawa Timur harus diibaratkan seperti karakter khas daerah, kuat, berani, dan tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal.
Menutup sambutannya, Ketua IKA PTK Jawa Timur menyampaikan bahwa seluruh alumni merupakan “pasukan” yang siap mengawal dan menyukseskan visi Gubernur Jawa Timur.
Ia berharap adanya arahan, nasihat, serta bimbingan dari Gubernur agar seluruh aparatur dan alumni PTK senantiasa berjalan di jalur yang benar dalam menjalankan roda pemerintahan dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa IPDN adalah kawah candradimuka bagi pemimpin dan pamong memiliki peran mengasuh, membimbing dan melayani.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa aparatur pemerintahan harus memaknai perannya sebagai pelayan masyarakat. Ia mengajak seluruh pamong untuk bersyukur atas amanah yang diemban serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Bersyukurlah menjadi bagian dari pamong. Pamong itu bukan penguasa, tetapi pelayan. Pamong hadir memberikan solusi yang solutif dan dekat dengan masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan kawah candradimuka bagi calon pemimpin dan pamong pemerintahan.
Di lembaga tersebut, para pamong ditempa untuk memiliki peran mengasuh, membimbing, serta melayani masyarakat secara humanis dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyampaikan paparan mengenai kondisi perekonomian di wilayah Jawa Timur di hadapan para pamong serta ratusan alumni IPDN.
Ia berharap para lulusan IPDN mampu menjadi motor penggerak pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.














Komentar