Surabaya- Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Provinsi Jawa Timur pada Senin, 2 Maret 2026, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Singasari, Lantai 2, Kantor BPS Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, BPS Provinsi Jawa Timur akan menyampaikan sejumlah indikator strategis.
Pada perkembangan inflasi Februari 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, tercatat bahwa Jawa Timur mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,95 persen. Secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d) inflasi tercatat sebesar 0,74 persen, sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 4,88 persen.
Secara bulanan (m-to-m), penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Komoditas yang menjadi pendorong utama antara lain cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras.
Sementara itu, secara tahunan (y-on-y), inflasi terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan komoditas utama penyumbang inflasi yakni tarif listrik dan emas perhiasan.














Komentar