PARIGI MOUTONG, Central.info — Hujan deras yang mengguyur wilayah Sulawesi Tengah memicu banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong, Senin (25/5/2026) sore. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, luapan air sungai ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Dusun 8, Desa Tolai, Kecamatan Torue, yang berbatasan langsung dengan Desa Balinggi. Air mulai meluap dan merendam permukiman warga serta jalan raya pada pukul 16.00 WITA akibat debit sungai yang meningkat drastis.
Dampak Sementara Banjir Desa Tolai Warga Terdampak: 8 Kepala Keluarga (KK) atau 29 jiwa, Kerusakan Fisik: 5 unit rumah warga terendam air, Infrastruktur: Jalan Trans Sulawesi sempat tidak dapat dilalui kendaraan, Korban Jiwa/Pengungsi Nihil.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh aktivitas cuaca ekstrem. Hasil analisis menunjukkan adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) Fase 5 yang aktif di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.
Selain itu, ditemukan belokan angin di sekitar wilayah konvergensi laut. Kondisi ini diperparah oleh anomali suhu muka laut di Teluk Tomini yang mencapai 0.0^\circ\text{C} hingga 2.0^\circ\text{C}. Fenomena tersebut meningkatkan penguapan dan menambah massa uap air yang memicu hujan lebat disertai angin kencang.
Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini tiga harian sejak Senin siang. Pihak BMKG juga telah mendiseminasikan informasi tersebut secara berjenjang kepada BPBD, TNI-Polri, dan forum relawan bencana.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi dalam beberapa hari ke depan
“Kami mengimbau stakeholder dan masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan seperti banjir susulan, tanah longsor, hingga angin puting beliung,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Saat ini, kondisi genangan air di Jalan Trans Sulawesi dilaporkan mulai berangsur surut, dan aparat keamanan bersama warga setempat terus bersiaga di lokasi kejadian.















Komentar