SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi teknologi melalui Forum Perangkat Daerah bertajuk “Talenta Digital Jatim Mendunia”. Acara yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/1/2026) ini dihadiri langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Meutya Hafid, serta jajaran pejabat daerah dari seluruh Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa Jawa Timur kini berada di jalur cepat menuju birokrasi yang sepenuhnya terdigitalisasi. Hal ini dibuktikan dengan lonjakan signifikan pada indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jawa Timur.
Adhy mengungkapkan bahwa transformasi digital di Jawa Timur bukan sekadar wacana, melainkan sudah memberikan hasil nyata yang terukur:
Indeks SPBE: Mengalami kenaikan drastis dari angka 3,6 menjadi 4,79.
Indeks Masyarakat Digital: Mencapai angka 49,17, terus tumbuh dari tahun-tahun sebelumnya.
Indeks Anggota Teknisi: Menempati posisi tertinggi dengan skor 90,13.
”Capaian ini menunjukkan bahwa birokrasi dan pelayanan publik kita sudah sangat revolusioner. Kita siap melangkah lebih tinggi, dari sekadar pemerintahan digital menuju ekosistem masyarakat digital yang mendunia,” ujar Adhy Karyono.
Lebih lanjut, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia untuk menghadapi era Artificial Intelligence (AI). Saat ini, telah disiapkan lahan khusus untuk pembangunan pusat teknologi digital dan ekonomi kreatif.
Adhy juga menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi talenta muda, khususnya di tingkat SMA, SMK, dan SLB, agar memiliki daya saing global sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
”Ada sekitar 19.462 talenta kita yang memerlukan pelatihan berkelanjutan. Melalui penguatan kerja sama (MoU) dengan Kemkomdigi, kita menambah adendum kesepakatan untuk merespons dinamika teknologi AI yang sangat tinggi,” tambahnya.
Sebagai simbol dimulainya langkah baru ini, dilakukan pula prosesi launching Talenta Digital Indonesia yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi digital dari Jawa Timur untuk dunia.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah capaian gemilang yang diraih Jawa Timur berkat konsistensi membangun ekosistem digital selama enam tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa Jawa Timur telah dinobatkan sebagai yang terbaik di regional Jawa dalam ajang Digitalisasi Daerah 2025. Salah satu keberhasilan nyata yang disorot adalah transformasi layanan di Samsat, di mana sistem digital memungkinkan dokumen bergerak lebih cepat tanpa harus membuat warga berpindah loket, sehingga proses pelayanan kini hanya memakan waktu 2 hingga 3 menit.
Selain itu, Khofifah menyampaikan kabar membanggakan terkait raihan peringkat pertama kategori provinsi pada Indeks Satu Data Indonesia dari Bappenas per 31 Desember 2025. Prestasi ini sejalan dengan predikat Jawa Timur sebagai provinsi dengan Indeks Pelayanan Publik terbaik nasional dari Kemenpan-RB tahun 2025. Menurutnya, penguatan ekosistem digital terbukti mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kerja di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk di RSUD Dr. Soetomo yang menjadi rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia.
Lebih jauh, Gubernur menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan kunci dalam meningkatkan serapan tenaga kerja (employability). Ia menyebutkan bahwa berkat ekosistem digital yang kuat, Jawa Timur berhasil mencatatkan tingkat pengangguran terendah dan mendapatkan penghargaan dari Kemendagri pada akhir Desember 2025. Bahkan, melalui inovasi Talent DNA di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Jawa Timur kini mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui manajemen talenta digital yang efisien.
Di hadapan Menteri Komdigi Meutya Hafid, Khofifah menyatakan optimisme bahwa Jawa Timur siap naik kelas dari sekadar pengguna menjadi mitra pencipta (co-creator) dalam program-program digital nasional.
Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat konektivitas dan efisiensi tidak hanya di level Pemerintah Provinsi, tetapi hingga ke tingkat Kabupaten/Kota, perguruan tinggi, serta relawan TIK. Dengan semangat “Talenta Digital Jatim Mendunia”, diharapkan langkah ini menjadi penggerak utama bagi kemajuan Indonesia di kancah global.















Komentar