SIGI, Central.info — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memicu banjir bandang dan memutus akses utama warga. Sebuah jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue, Kecamatan Kulawi, dilaporkan terputus total akibat luapan sungai pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengonfirmasi bahwa bencana hidrometeorologi ini terjadi pada pukul 22.15 WITA. Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang melanda wilayah tersebut sejak petang hari, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan mengikis fondasi jembatan hingga ambruk.
“Hujan lebat berdurasi panjang membuat arus sungai sangat deras. Akibatnya, satu unit jembatan penghubung antardusun terputus,” tulis Pusdalops BPBD Sulteng dalam keterangan resminya.
Meskipun kerusakan infrastruktur tergolong parah, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sigi saat ini sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Secara ilmiah, Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menganalisis bahwa fenomena ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase 3 serta anomali suhu muka laut. Kombinasi tersebut meningkatkan pertumbuhan awan konvektif secara signifikan di atas wilayah Sulawesi Tengah.
BMKG sendiri telah mengeluarkan status SIAGA bencana hidrometeorologi untuk wilayah Kabupaten Sigi dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi susulan berupa banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung, terutama bagi mereka yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan lereng bukit.***










Komentar