Surabaya- Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur Tahun 2026 memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol, di GOR Pancasila, Jalan Patmosusastro No.12, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Minggu (17/5/2026).

Ajang bergengsi tingkat provinsi ini diikuti para pesilat terbaik dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus seleksi menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana KH Sholahudin atau yang akrab disapa Gus Sholah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kejurprov Pencak Silat Jawa Timur 2026.
Ia menyebutkan bahwa kejuaraan kali ini mendapat antusiasme tinggi dari daerah-daerah di Jawa Timur. Dari total 38 kabupaten/kota, hampir seluruhnya mengirimkan atlet terbaiknya untuk bertanding dalam Kejurprov tersebut.
“Alhamdulillah seluruh kabupaten dan kota telah mengirimkan atletnya, hanya satu daerah yang tidak mengikuti. Total atlet yang mengikuti Kejurprov tahun ini sebanyak 390 atlet,” ujar Gus Sholah.
Dalam kesempatan itu, Gus Sholah juga menyampaikan rasa syukur karena Kejurprov 2026 dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Jawa Timur di berbagai ajang nasional maupun internasional.
“Kami berharap melalui Kejurprov ini akan lahir atlet-atlet terbaik Jawa Timur yang mampu berprestasi dan membawa nama baik daerah,” katanya.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol, yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap perkembangan pencak silat di Jawa Timur. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai menjadi salah satu faktor penting terselenggaranya kejuaraan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bambang Haryo Soekartono yang telah memberikan support dan motivasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, Gus Sholah turut mengapresiasi kerja keras seluruh panitia pelaksana, dewan wasit juri, tim pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan Kejurprov Pencak Silat Jawa Timur 2026.
Acara pembukaan Kejurprov turut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi, di antaranya perwakilan Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, BPJS Ketenagakerjaan, hingga jajaran pengurus IPSI Jawa Timur.
Sedangkan Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 yang dinilai menjadi wadah penting dalam pembinaan dan pencarian atlet-atlet potensial daerah.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan, mulai dari jajaran Pengprov IPSI Jawa Timur, panitia pelaksana, hingga pihak rumah sakit dan instansi yang selama ini turut membantu pendampingan atlet dalam berbagai kegiatan olahraga.
Di hadapan para atlet, pelatih, dan pengurus IPSI kabupaten/kota se-Jawa Timur, M. Nabil memberikan semangat kepada seluruh peserta agar bertanding dengan sportif dan mampu meraih prestasi terbaik.
“Selamat bertanding, selamat berkompetisi dan raih prestasi yang terbaik. Bawa nama baik daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, khususnya para ibu yang selalu mendampingi putra-putrinya mengikuti berbagai pertandingan pencak silat hingga mampu berprestasi.
Dalam sambutannya, M. Nabil turut menyoroti capaian prestasi pencak silat Jawa Timur dalam beberapa ajang nasional. Menurutnya, dalam beberapa penyelenggaraan PON terakhir, cabang olahraga pencak silat Jawa Timur masih perlu meningkatkan perolehan medali emas agar mampu mempertahankan dominasi di tingkat nasional.
Namun demikian, ia optimistis melalui Kejurprov yang diikuti ratusan atlet ini akan lahir pesilat-pesilat terbaik yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat internasional.
“Mudah-mudahan dari event kejuaraan ini muncul atlet-atlet terbaik dari Jawa Timur dan atlet-atlet terbaik Indonesia,” katanya.
M. Nabil juga mendorong agar kejuaraan-kejuaraan pencak silat dapat rutin digelar setiap tahun. Menurutnya, frekuensi pertandingan sangat penting untuk membentuk mental tanding atlet, karena kemampuan tidak cukup hanya diasah melalui latihan semata.
“Jangan sampai atlet kuat di latihan saja, tetapi tidak kuat di pertandingan. Karena itu event seperti ini harus sering digelar,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan olahraga pencak silat dengan menyelenggarakan berbagai kompetisi secara mandiri demi meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.
“Kita punya harapan besar terhadap pencak silat untuk terus membawa prestasi bagi Merah Putih dan Indonesia,” pungkasnya.









Komentar