oleh

Ketua APRI Sulteng Ajak Penghulu Kedepankan Profesionalitas

PALU, Central.info  – Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, menyerukan seluruh penghulu di wilayahnya untuk tetap menjaga marwah profesi dan profesionalitas di tengah dinamika kebijakan Kementerian Agama terkait pengangkatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).

Pernyataan ini disampaikan Isram merespons munculnya berbagai polemik di kalangan profesi penghulu mengenai kebijakan penempatan tenaga penyuluh sebagai Kepala KUA.

Ia menekankan bahwa jabatan struktural merupakan amanah yang bersifat dinamis, namun kompetensi syar’i tetap menjadi ruh utama yang melekat pada diri seorang penghulu.

“Saya mengajak rekan-rekan penghulu untuk tetap tenang dan kepala dingin. Jabatan bisa berubah, namun kompetensi syar’i dan pelayanan kepada umat adalah jati diri yang tidak boleh hilang,” ujar Isram di Palu, Rabu (10/6/2026).

Isram menjelaskan bahwa posisi Kepala KUA pada dasarnya adalah peran manajerial yang menuntut kemampuan tata kelola organisasi yang baik. Sementara itu, tugas pokok penghulu dalam pelayanan pencatatan nikah dan bimbingan keagamaan tetap memiliki posisi strategis dan mulia yang tidak bisa digantikan oleh fungsi administratif semata.

Lebih lanjut, ia meminta agar setiap perbedaan pendapat terkait kebijakan ini disikapi secara bijak melalui saluran yang resmi dan santun. Isram menegaskan pentingnya menjaga sinergi serta ukhuwah (persaudaraan) antarpegawai di lingkungan Kantor Urusan Agama, baik penghulu maupun penyuluh.

“Jangan sampai energi kita habis untuk pertentangan yang tidak produktif. Mari kita jaga marwah profesi melalui peningkatan kualitas karya nyata dalam melayani umat. Sampaikan aspirasi secara ilmiah dan santun, jangan sampai kita kehilangan rasa persaudaraan,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ketua APRI Sulteng tersebut mengingatkan bahwa dedikasi seorang penghulu tidak ditentukan oleh jabatan struktural yang diemban, melainkan oleh kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Ia berkomitmen agar APRI terus menjadi wadah komunikasi yang menyejukkan bagi para penghulu di Sulawesi Tengah agar tetap fokus memberikan layanan prima di tengah perubahan regulasi yang terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *