Surabaya- Ketua DPRD Jawa Timur, M. Musyafak Rouf, menyampaikan apresiasi atas genapnya satu abad usia Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, perjalanan panjang selama 100 tahun menjadi bukti kematangan organisasi dalam mengabdi kepada masyarakat, khususnya warga nahdliyin.
“Alhamdulillah, sekarang NU sudah satu abad dan berjalan sesuai dengan harapan kita untuk terus memikirkan masyarakat serta memberikan pelayanan dan kepemimpinan kepada warga jamaah,” ujar Musyafak.
Ia meyakini, usia satu abad menjadi modal penting bagi NU untuk semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar ke depan.
Lebih lanjut, Musyafak menilai pekerjaan rumah (PR) NU ke depan sejalan dengan agenda nasional, yakni penataan ulang struktur organisasi mulai dari tingkat wilayah, cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga ranting di seluruh Jawa Timur maupun Indonesia. Penataan tersebut dinilai penting untuk memperkuat soliditas dan efektivitas gerak organisasi.
Ia juga menyampaikan peran kader-kader NU yang dinilainya konsisten memperjuangkan aspirasi warga, termasuk mereka yang pernah aktif di Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur. Menurutnya, kader yang memiliki pengalaman organisasi tersebut terbukti mampu mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk melalui jalur legislatif di DPRD Jawa Timur.
Momentum satu abad NU, kata Musyafak, harus menjadi titik penguatan organisasi agar semakin solid, responsif terhadap tantangan zaman, serta terus hadir memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
Perlu diketahui bahwa Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi tonggak sejarah penting bagi perjalanan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Sejak didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh para ulama, di antaranya KH Hasyim Asy’ari, NU konsisten mengusung nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, toleran, dan berakar pada tradisi.
Memasuki usia satu abad, NU tidak hanya menjadi organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang berperan besar dalam pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, hingga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai pesantren, madrasah, serta lembaga sosial yang lahir dari rahim NU menjadi bukti nyata kontribusi tersebut.















Komentar