oleh

Komisi D DPRD Jatim Hj Khofidah Minta Pemda dan OPD Maksimalkan Persiapan Infrastruktur dan Transportasi Jelang Lebaran

Surabaya- Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Hj. Khofidah, meminta seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk memaksimalkan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri, khususnya dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran.

Ia menyampaikan, mewakili Komisi D DPRD Jawa Timur, bahwa koordinasi lintas sektor sangat diperlukan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum Lebaran.

“Pertama, kami mengajak Bupati, Wali Kota, serta Gubernur Jawa Timur untuk melakukan evaluasi dan persiapan menyeluruh. Arus hilir mudik kendaraan dipastikan meningkat tajam, sehingga kondisi jalan harus benar-benar dipastikan aman,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan, baik jalan provinsi, nasional, maupun kabupaten/kota harus segera dilakukan, terutama pada titik-titik yang mengalami kerusakan seperti jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, Komisi D juga mendorong Dinas Perhubungan untuk memastikan kelayakan sarana dan prasarana transportasi. Rambu-rambu lalu lintas perlu diperiksa dan diperbaiki, serta pengawasan terhadap kendaraan umum harus ditingkatkan.

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya kasus rem blong, sopir kurang fit, hingga kendaraan yang tidak laik jalan. Ini harus menjadi perhatian serius agar Lebaran benar-benar bisa dinikmati masyarakat dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk turut membantu mengurai potensi kemacetan, terutama di jalur-jalur rawan kepadatan. Kehadiran petugas di lapangan dinilai penting untuk mengantisipasi kemacetan parah yang dapat menimbulkan kekacauan.

Di sektor pariwisata, Khofidah juga mengingatkan para pengelola tempat wisata agar melakukan persiapan matang. Pasca silaturahmi Lebaran, biasanya masyarakat memanfaatkan momen libur untuk berwisata bersama keluarga.

“Pengelola wisata harus mengantisipasi lonjakan pengunjung, potensi kemacetan, serta memastikan tempat wisata ramah, aman, dan nyaman bagi semua kalangan,” katanya.

Ia menegaskan, aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar menghitung target jumlah pengunjung.

Lebih lanjut, Komisi D selama ini telah melakukan hearing dan rapat kerja dengan dinas-dinas terkait sebagai langkah antisipasi dini. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran, tetapi juga secara berkala sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk saling memberikan informasi dan bersama-sama menjaga situasi agar proses menyambut Lebaran dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *