oleh

Kondisi Pasar Maranatha Memprihatinkan, Pedagang Berharap Ada Perbaikan 

-Berita-50 Dilihat

Media Central, Sigi – Kondisi Pasar Maranatha di Kecamatan Sigi Kota semakin memprihatinkan. Area los ikan yang menjadi pusat perdagangan hasil laut tampak semrawut, kumuh, dan minim perawatan. Pedagang yang bertahun-tahun beraktivitas di pasar tersebut mengeluhkan fasilitas yang rusak, sementara retribusi tetap dipungut setiap bulan.

Marwah, pedagang ayam, mengatakan atap los ikan sudah lama bocor hingga dagangannya sering terkena matahari langsung.

“Bertahun-tahun bocor, tapi retribusi Rp30 ribu per bulan tetap dipungut. Kami butuh perbaikan, bukan hanya penagihan,” ujarnya, Sabtu (29/11).

Udin, pedagang kain, menyebut bangunan los yang berdiri sejak 1990 sudah tidak layak. Saluran air tidak berfungsi sehingga air meluap ke kios saat hujan.

“Los ini sudah tua, bocor parah, air masuk ke dalam. Kami berharap pemerintah turun tangan,” tuturnya.

Pedagang lain bahkan terpaksa membuat pondok seng sendiri agar tidak basah atau kepanasan.

“Pasar harus ditata ulang. Jangan tunggu rusak total baru diperbaiki. Pemerintah harus hadir dengar keluhan kami,” tegasnya.

Sementara, Kabid Perdagangan Disperindag Sigi, Ridwan S.Sos, menjelaskan perbaikan pasar tidak bisa dilakukan spontan karena harus masuk dalam perencanaan anggaran.

“Meski hanya dua lembar seng bocor, tetap harus masuk DPA dulu. Kalau dianggarkan tahun ini, pekerjaan dilakukan tahun depan. Memang banyak yang perlu dibenahi,” ujarnya, Rabu (3/12).

Terkait sampah, Ridwan menyebut penarikan iuran kebersihan bukan kewenangan dinas, melainkan kesepakatan antara pedagang dan warga pengelola.

“Kami dorong pasar tetap bersih. Nanti pihak pengelola sampah akan kami undang agar bekerja sesuai kesepakatan,” pungkasnya.(ALi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *