Surabaya- Menjelang Bulan Suci Ramadan, Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Jawa Timur menggelar acara Megengan pada Rabu, 18 Februari 2026, di aula Gedung DPRD Jatim.
Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Megengan, Kita Perkuat Kebersamaan dan Keimanan” tersebut dihadiri ratusan ASN dan staf di lingkungan Setwan DPRD Jatim. Acara ini menjadi bagian dari tradisi menyambut datangnya bulan suci sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.
Ketua DPRD Jawa Timur, M. Musyafak Rouf, turut menjadi pemberi tausiah dalam acara Megengan yang digelar Setwan Jatim tersebut.
Dalam pesannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para leluhur, orang tua, serta keluarga besar DPRD Jatim yang telah wafat dan pernah mengabdikan diri di lembaga tersebut. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, sehingga penting untuk senantiasa mengirim doa dan bacaan Al-Qur’an bagi mereka yang telah mendahului.
Musyafak Rouf juga menekankan makna puasa sebagai ibadah yang penuh keikhlasan. Mengutip ayat Al-Qur’an tentang kewajiban berpuasa, ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih ketakwaan dan kejujuran hati.
“Puasa itu ibadah yang sangat istimewa karena hanya Allah yang benar-benar mengetahui kualitasnya. Kalau ibadah lain bisa terlihat, tetapi puasa adalah hubungan langsung antara hamba dan Tuhannya,” pesannya.
Ia menambahkan, puasa yang dijalankan dengan iman dan semata-mata karena Allah SWT akan menjadi penghapus dosa serta jalan meraih derajat takwa. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Setwan untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih dan tanpa sekadar formalitas.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam lingkungan kerja. Menurutnya, tidak ada satu pun manusia yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu, kekompakan antara pimpinan, staf, dan seluruh elemen di Sekretariat DPRD Jatim harus terus dijaga agar pelayanan kepada masyarakat dan anggota dewan dapat berjalan optimal.
“Sekretariat ini tidak akan berjalan baik tanpa dukungan para staf dan karyawan. Kita harus menjadi satu orkestrasi yang harmonis, baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesama,” tuturnya.
Menutup tausiah, ia mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak doa, mempererat silaturahmi, serta menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, turut menjadi pemberi tausiah dalam acara Megengan yang digelar Setwan Jatim tersebut.
Dalam pesannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para leluhur, orang tua, serta keluarga besar DPRD Jatim yang telah wafat dan pernah mengabdikan diri di lembaga tersebut. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, sehingga penting untuk senantiasa mengirim doa dan bacaan Al-Qur’an bagi mereka yang telah mendahului.
Musyafak Rouf juga menekankan makna puasa sebagai ibadah yang penuh keikhlasan. Mengutip ayat Al-Qur’an tentang kewajiban berpuasa, ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih ketakwaan dan kejujuran hati.
“Puasa itu ibadah yang sangat istimewa karena hanya Allah yang benar-benar mengetahui kualitasnya. Kalau ibadah lain bisa terlihat, tetapi puasa adalah hubungan langsung antara hamba dan Tuhannya,” pesannya.
Ia menambahkan, puasa yang dijalankan dengan iman dan semata-mata karena Allah SWT akan menjadi penghapus dosa serta jalan meraih derajat takwa. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Setwan untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih dan tanpa sekadar formalitas.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam lingkungan kerja. Menurutnya, tidak ada satu pun manusia yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu, kekompakan antara pimpinan, staf, dan seluruh elemen di Sekretariat DPRD Jatim harus terus dijaga agar pelayanan kepada masyarakat dan anggota dewan dapat berjalan optimal.
“Sekretariat ini tidak akan berjalan baik tanpa dukungan para staf dan karyawan. Kita harus menjadi satu orkestrasi yang harmonis, baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesama,” tuturnya.
Menutup tausiah, ia mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak doa, mempererat silaturahmi, serta menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.















Komentar