Mediacentrall Madiun, Dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di tahun ini, Pemdes Banyukambang Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun menjalankan unit usaha ketahanan pangan berupa budidaya ternak kambing.
Usaha tersebut dikelola oleh BUMDes Banyu Urip yang mulai berdiri dan beroperasi pada tahun 2026, dengan bidang usaha pada sektor peternakan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, difokuskan pada pemeliharaan kambing sehat yang siap di sembelih,karena kambing merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yaitu dimulai dengan mencari bibit-bibit kambing yang berusia 7 sampai 8 bulan di daerah Kediri. Setelahnya akan di pelihara dan dilakukan penggemukan kurang lebih selama 3 bulan, yang pada akhirnya akan di salurkan kepada para pedagang sate kambing yang telah bekerjasama.
BumDes Banyu Urip juga melirik di momen Idul Adha yang sudah semakin dekat, nantinya juga dapat di jual kepada masyarakat desa ataupun luar desa yang ingin berkurban kambing di hari raya tersebut. Kandang yang digunakan ini telah dibangun sebelumnya dengan Anggaran Dana Desa sebesar Rp 104.303.400 pada tahun 2025.
Lokasi kandang tersebut terletak di Dusun Pandansili desa setempat. Unit usaha ini didukung dengan permodalan yang bersumber dari penyertaan modal Dana Desa Tahun 2026 dengan nilai sebesar Rp 115.300.000 (Seratus Lima Belas Juta Tiga Ratus Ribu rupiah), yang digunakan untuk pengadaan bibit kambing, sarana prasarana peternakan, penyediaan pakan, serta kebutuhan lainnya guna menunjang keberlangsungan usaha.
Dalam perencanaannya, unit usaha ini akan menyediakan kebutuhan kambing bagi para pedagang sate dan pedagang kambing pasar harian di sekitar,dan akan terus diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan serta peningkatan pendapatan BUMDesa. Unit usaha ini diprakarsai oleh pengelola BUMDesa Banyu Urip dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa, membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi desa melalui kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Tukiran selaku Kepala Desa Banyukambang saat ditemui Media Central mengatakan, bahwa adanya unit usaha itu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD), mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa, serta menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi desa melalui sektor ketahanan pangan.
“Semoga Dapat berdampak Positif bagi Masyarakat,upaya ini tidak hanya memberikan manfaat langsung pada tingkat produksi dan kualitas hasil peternakan, tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Karena adanya tersebut, menjadi akses yang lebih mudah terhadap produk-produk ternak berkualitas, “ungkap Tukiran, Selasa (28/4/2026).
Di akhir pertemuan, dalam keterangannya disampaikan, mengenai upaya peningkatan ketahanan pangan ternak kambing di Desa Banyukambang yang dilaksanakan, menunjukkan betapa pentingnya peran peternak dalam mendukung ketersediaan pangan yang baik dan sehat bagi masyarakat. “Semoga inisiatif ini menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal, “tutup Kepala Desa Banyukambang. (RD)









Komentar