Mediacentral -Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, khususnya di wilayah Jawa Timur. Upaya ini dilakukan guna menjamin perjalanan masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman berlangsung aman dan lancar.
Dalam agenda peninjauan lapangan, Dody Hanggodo melihat langsung kondisi sejumlah ruas jalan nasional di provinsi tersebut. Kunjungan tersebut bertujuan memantau progres perbaikan jalan sekaligus memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan dapat diselesaikan sebelum puncak arus mudik.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan jalan nasional rampung paling lambat sepuluh hari sebelum Hari Raya. Target tersebut dianggap penting agar jalan sudah berada dalam kondisi optimal saat volume kendaraan meningkat drastis.
Fokus utama pemerintah bukan hanya pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan para pengguna jalan.
Hal ini terutama bagi pengendara sepeda motor yang jumlahnya diperkirakan masih mendominasi perjalanan mudik di berbagai wilayah.
Penanganan Ribuan Titik Kerusakan Jalan
Jaringan jalan nasional di Jawa Timur memiliki panjang lebih dari dua ribu kilometer yang tersebar di ratusan ruas jalan serta didukung ratusan jembatan.
Secara umum, kondisi jalan berada dalam kategori mantap, namun masih ditemukan sejumlah titik kerusakan yang harus segera ditangani.
Dari hasil pendataan terbaru, belasan ribu titik lubang telah diidentifikasi di berbagai ruas. Sebagian besar kerusakan tersebut sudah diperbaiki oleh petugas di lapangan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai sebelum masa mudik dimulai.
Selain menambal lubang, pekerjaan lain yang dipercepat adalah pengecatan ulang marka jalan dan pemasangan perlengkapan keselamatan lalu lintas agar pengendara lebih mudah mengenali jalur, terutama saat perjalanan malam hari.
Pengawasan di Titik Rawan Kemacetan
Melalui koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah Jawa Timur–Bali, pemerintah juga memetakan beberapa ruas yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas maupun kecelakaan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain jalur di sekitar perbatasan Bangkalan dan Sampang, serta kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo–Baluran area yang dikenal memiliki tikungan panjang dan lalu lintas padat saat musim libur.
Di lokasi-lokasi tersebut, pemerintah memperkuat pengawasan, menambah rambu peringatan, serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Antisipasi Bencana Alam
Selain persoalan lalu lintas, beberapa ruas jalan juga memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam, seperti banjir maupun longsor. Wilayah seperti Ngoro hingga Mojosari serta jalur menuju Pacitan termasuk yang dipantau secara khusus.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan tersebut, pemerintah telah menyiagakan personel lapangan, alat berat, serta posko jalur Lebaran di sejumlah titik strategis. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalan sekaligus koordinasi penanganan cepat apabila terjadi kendala di lapangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Jawa Timur tetap terjaga selama musim mudik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman.(*)















Komentar