oleh

Pemprov Jatim Beri Apresiasi Tim Kesenian Reog Kyai Lodra, Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo ke-31

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menggelar acara Penyerahan Apresiasi kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra Jawa Timur atas keberhasilannya meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas prestasi gemilang yang mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional pada Jumat 19 Juni 2026 di gedung Grahadi Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian luar biasa yang diraih Tim Kesenian Reog Kyai Lodra. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Jawa Timur mampu menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah secara profesional.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang telah berkenan memberikan perhatian dan dukungan kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra sejak awal keberangkatan mereka menuju Festival Nasional Reog Ponorogo. Dukungan dan doa yang diberikan menjadi penyemangat bagi para seniman muda untuk tampil maksimal,” ujar Evy.

Ia menjelaskan, sebelum mengikuti festival, Tim Kesenian Reog Kyai Lodra telah meminta doa restu kepada Gubernur Jawa Timur. Pada Festival Nasional Reog Ponorogo yang digelar pada 13 Juni lalu, tim yang tampil pada urutan kedua tersebut berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Juara Umum. Tidak hanya itu, mereka juga meraih penghargaan Penyaji Terbaik, Penata Tari Terbaik, dan Penata Musik Terbaik sehingga berhak membawa pulang Piala Presiden Republik Indonesia.

Evy menuturkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota tim serta dukungan berbagai pihak yang sejak awal memberikan fasilitas dan pendampingan. Disbudpar Jatim bersama sejumlah sponsor seperti Bank Jatim dan PT Wings terus mendukung perjalanan kelompok kesenian tersebut karena dinilai memiliki konsistensi tinggi dalam pengembangan seni budaya.

“Kelompok Kesenian Reog Kyai Lodra bukan hanya sebuah kelompok pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, ruang tumbuh, dan laboratorium kebudayaan yang secara konsisten melakukan regenerasi pelaku seni. Mereka memberikan pembinaan kepada para seniman muda asli Jawa Timur dengan melibatkan para maestro, akademisi, dan guru seni,” jelasnya.

Menurut Evy, para anggota Tim Kesenian Reog Kyai Lodra yang hadir dalam acara apresiasi tersebut sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan, seperti SMKN 12 Surabaya, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta sejumlah sekolah lainnya. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali merasakan tampil di panggung nasional, namun mampu menunjukkan kualitas terbaiknya.

“Mereka berangkat dengan semangat besar untuk melestarikan kesenian asli Jawa Timur. Ini adalah bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya daerah dan mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” katanya.

Lebih lanjut, Evy menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan Disbudpar Jatim merupakan implementasi dari program prioritas Gubernur Jawa Timur dalam Nawabakti Satya melalui program Seni Waris. Program tersebut bertujuan memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya daerah, termasuk mendukung upaya pengakuan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya dunia.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim akan terus memperkuat ekosistem budaya melalui berbagai program pemberdayaan dan pelestarian budaya di Ponorogo. Salah satunya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan desa wisata berbasis budaya dan memperkuat keberlanjutan kesenian Reog di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, Evy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan Tim Kesenian Reog Kyai Lodra, mulai dari Gubernur Jawa Timur, para sponsor, lembaga pendidikan, hingga para pelatih dan keluarga peserta.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. Semoga keberhasilan Tim Kesenian Reog Kyai Lodra dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya bangsa,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *