Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menggelar pelantikan Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi pada Rabu, 25 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah besar yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam menentukan arah masa depan generasi bangsa.
Ia menyampaikan bahwa para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, indikator Indonesia maju antara lain ditandai dengan tingkat kemiskinan yang rendah serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan hal tersebut sangat bergantung pada kualitas pendidikan sejak saat ini.
“Yang menanam, yang membimbing, yang menyiapkan kompetensi, dan yang menguatkan karakter anak-anak kita adalah panjenengan semua,” ujar Khofifah.
Gubernur juga menekankan pentingnya kedekatan kepala sekolah dengan peserta didik. Ia meminta agar para kepala sekolah memastikan kondisi psikologis siswa tetap baik serta menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan bebas dari perundungan (bullying). Menurutnya, kasus kekerasan di lingkungan pendidikan harus dicegah sejak dini melalui penguatan nilai persaudaraan dan saling menghormati.
Selain itu, Khofifah mengingatkan pentingnya membangun sinergi, kolaborasi, dan kemitraan, terutama dengan dunia usaha dan industri. Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah SMK di Jawa Timur yang mampu berkembang pesat karena menjalin kerja sama dengan perusahaan berstandar internasional. Program double track di SMA juga dinilai berhasil meningkatkan keterampilan siswa berkat dukungan mitra profesional.
Bagi sekolah luar biasa (SLB), Khofifah memberikan perhatian khusus dengan menekankan pentingnya kesabaran, ketelitian, serta inovasi dalam menggali potensi siswa berkebutuhan khusus. Ia bahkan menyebut dedikasi para pendidik di SLB memiliki nilai pengabdian yang luar biasa.
Di sisi lain, ia mengakui adanya tantangan penyesuaian anggaran di sektor pendidikan. Meski demikian, ia berharap capaian kinerja pendidikan tidak menurun. Untuk itu, ia kembali menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar seluruh pihak.
Khofifah juga mengingatkan agar seluruh kepala sekolah menjaga dan mempertahankan prestasi pendidikan Jawa Timur yang selama ini telah berada di atas rata-rata nasional. “Tidak boleh kendor, tidak boleh berkurang prestasinya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh pihak untuk menjaga harmoni, menghargai perbedaan, serta memperkuat semangat kebersamaan, terutama dalam momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia juga menekankan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa sebagai kekuatan utama Indonesia.
“Bangun harmoni di lingkungan sekolah masing-masing, karena tugas kita semua tidak ringan, tetapi mulia,” pungkasnya.













Komentar