Tulungagung-Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Penyerahan Bantuan Sosial dan Tali Asih Pilar Sosial Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 bertajuk “Sapa Bansos” di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program bantuan dan pemberdayaan ekonomi.
Acara tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pilar sosial, perwakilan BUMD, lembaga perbankan, hingga para penerima manfaat yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Antusiasme masyarakat terlihat sejak siang hari. Bahkan, sejumlah peserta sudah hadir sejak pukul 13.00 WIB meski acara dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas besarnya perhatian dan kecintaan masyarakat terhadap program sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, program “Sapa Bansos” bukan sekadar kegiatan penyaluran bantuan sosial, namun juga momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat serta seluruh pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan sosial di Jawa Timur.
“Bulan Mei identik dengan semangat Kebangkitan Nasional. Mudah-mudahan melalui Sapa Bansos ini dapat membangkitkan perekonomian masyarakat, khususnya para penerima manfaat dan seluruh pilar sosial yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu demi membantu masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Restu Novi Widiani juga memberikan apresiasi khusus kepada para pilar sosial seperti SDM PKH, PKSK, Taruna Siaga Bencana, dan berbagai relawan sosial lainnya yang tetap hadir melayani masyarakat bahkan di hari libur maupun tengah malam saat masyarakat membutuhkan bantuan.
Ia menyebut keberadaan pilar sosial menjadi kekuatan penting dalam mendukung program-program kesejahteraan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, para relawan dinilai mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kegiatan tersebut, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melaporkan total bantuan sosial untuk wilayah Jawa Timur mencapai Rp160 miliar. Khusus untuk Kabupaten Tulungagung, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp10,439 miliar.
Rinciannya, bantuan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp4,396 miliar. Selain itu, terdapat bantuan jatah produktif dari BUMD bagi 50 penerima manfaat dengan nominal masing-masing Rp5 juta. Kemudian bantuan dari program desa sebesar Rp939,5 juta, serta bantuan lainnya yang turut disalurkan kepada masyarakat.
Restu Novi Widiani menegaskan, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat,” katanya.
Dalam kegiatan itu, sejumlah BUMD Jawa Timur turut berpartisipasi dan mendukung penyaluran bantuan sosial. Hadir di antaranya perwakilan Bank Jatim, PT Petrogas Jatim Utama, PT Jatim Grha Utama, PT Panca Wira Usaha Jatim, PT Jatim Graha Utama, Bank UMKM Jatim, serta PT Air Bersih Jatim.
Selain penyaluran bantuan secara simbolis, para tamu undangan juga meninjau produk-produk usaha milik penerima manfaat yang telah berkembang di Kabupaten Tulungagung. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan sosial mampu mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dan produktif.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan. Para penerima manfaat tampak antusias saat berkesempatan bertemu langsung dan bersalaman dengan para pejabat yang hadir. Tak hanya itu, masyarakat juga menerima paket sembako dan berbagai bantuan lainnya.
Menutup sambutannya, Kepala Dinas Sosial Jatim mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam upaya mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
“Dengan semangat kebangkitan dan harapan baru, mari bersama-sama melepaskan kemiskinan dan menyambut kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.














Komentar