Media Central, Palu – Sekretaris Provinsi Dra. Novalina, M.M mendorong sistem pelaporan satu pintu yang merangkum seluruh hasil kerja program pemerintah daerah dan lembaga nonpemerintahan di Sulawesi Tengah.
Laporan yang selama ini dibuat terpisah, menurutnya jadi penyebab mengapa hasil evaluasi program yang diperoleh belum sesuai harapan.
Padahal intervensi program di lapangan sudah berdampak ke sasaran namun masih terlihat kecil dalam angka yang dilaporkan.
“Banyak program diluncurkan tapi hasilnya belum baik, mungkin kesalahan ada di laporan yang (dibuat) terpisah-pisah,” ungkapnya agar terwujud sistem pelaporan yang terintegrasi.
Demikian penyampaian Sekprov Novalina saat peluncuran Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) di Ruang Polibu, Rabu pagi (4/3).
Program SEHAT merupakan kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kanada untuk mendorong pencapaian target pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan hasil dan pemenuhan hak kesehatan serta kesehatan dan hak reproduksi seksual (SRHR) bagi perempuan dan remaja putri di wilayah sasaran.
Di Sulteng, program ini menyasar Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Donggala, dengan fokus pada kelompok perempuan dan remaja putri yang rentan.
Lebih lanjut, Sekprov Novalina mewakili gubernur, mengapresiasi Program SEHAT karena dinilai sejalan dengan program unggulan daerah, BERANI Sehat, yang keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.
“Kita sudah di jalur yang tepat dan kolaborasi ini yang mesti lebih diperkuat,” harapnya agar seluruh lapisan masyarakat dapat tersentuh program secara merata tanpa ada kendala.
Program SEHAT didanai pemerintah Kanada dan berdurasi selama tujuh tahun. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kanada menunjuk lembaga internasional Cowater yang bekerjasama dengan organisasi perempuan Aisyiyah dan Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
Pemerintah Kanada sendiri sangat konsen terhadap penguatan layanan kesehatan masyarakat di sektor primer seperti puskesmas dan pustu, lewat peningkatan infrastruktur medis dan kapasitas tenaga kesehatan.
Penguatan di sektor tersebut, kata Sekprov Novalina menjadi fondasi penting mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Harapannya, supaya masyarakat tidak langsung buru-buru ke rumah sakit rujukan untuk mengobati keluhan penyakit yang sebenarnya cukup ditangani di puskesmas.
“Mohon kiranya program ini diberi dukungan penuh,” imbuhnya agar pelayanan puskesmas semakin baik dan setara, sebagai solusi agar penumpukan pasien tidak terjadi lagi di rumah sakit rujukan.
Turut hadir di acara, Triyani selaku perwakilan Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kemenkes, Miss Alice dari Kedubes Kanada, Miss Nadia dari Cowater, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Tenny Calvenny Sortion, Dr. Triastuti mewakili Aisyiyah dan undangan terkait dari unsur perangkat daerah serta lembaga mitra nonpemerintahan.
*(Ro Adpim Setdaprov Sulteng)*













Komentar