oleh

Pengurus DPP IARMI Jawa Timur Resmi Dilantik, Riza Patria Ajak Alumni Menwa Jadi Penggerak Pembangunan Desa

Surabaya – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Jawa Timur periode 2025–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Minggu (28/6/2026). Pelantikan mengusung tema “Merawat Kebhinekaan, Perkuat Soliditas Organisasi untuk Berkiprah Menjaga Keutuhan NKRI.”

Prosesi pelantikan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Anggota Komisi A DPRD Jatim Freddy Purnomo, terdapat undangan dari unsur TNI-Polri, akademisi, tokoh organisasi kemasyarakatan, serta keluarga besar alumni Resimen Mahasiswa. Hadir pula Sekretaris Jenderal DPN IARMI, Ir. H. A. Riza Patria, M.B.A., yang menyampaikan pidato pembinaan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Riza Patria melantik Dr. Agung Subagyo, S.STP, M.Si. sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPP IARMI) Jawa Timur beserta puluhan pengurus lainnya. 

Dalam sambutannya, Riza Patria mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPP IARMI Jawa Timur periode 2025–2029. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab besar dalam mengabdi kepada organisasi, bangsa, dan negara.
“Pelantikan ini bukan hanya seremoni pergantian kepengurusan, tetapi merupakan awal dari amanah, awal pengabdian, dan awal tanggung jawab yang lebih besar kepada organisasi, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Riza menilai nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam Resimen Mahasiswa, seperti disiplin, kepemimpinan, semangat bela negara, serta menjaga persatuan dan kesatuan, masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini.

Menurutnya, tantangan Indonesia kini tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga pembangunan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu prioritas nasional. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Karena itu, Riza mengajak seluruh alumni Menwa yang tergabung dalam IARMI untuk berperan aktif mendukung pembangunan desa melalui berbagai program nyata.

Menurutnya, alumni Menwa memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan organisasi, serta pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendampingi masyarakat desa.

Ia mendorong IARMI ikut memperkuat koperasi desa, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mendampingi pelaku UMKM, meningkatkan ketahanan pangan, hingga menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Riza menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dalam Program MBG semestinya dipenuhi dari hasil produksi desa.
“Bayangkan apabila telur diproduksi desa, sayuran dari desa, ikan dari desa, beras dari desa, susu dari desa, ayam dari desa. Maka perputaran ekonomi akan terjadi di desa, pendapatan masyarakat meningkat, lapangan kerja bertambah, dan desa benar-benar menjadi fondasi ekonomi Indonesia,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah IARMI Jawa Timur yang akan mengunjungi lokasi budidaya tambak udang vaname binaan organisasi setelah pelantikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa organisasi tidak hanya berbicara konsep, tetapi juga membangun usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Riza turut mengajak seluruh alumni Menwa menjadi bagian dari Gerakan Sahabat Desa, yakni gerakan kolaborasi nasional yang melibatkan akademisi, pengusaha, mahasiswa, profesional, organisasi masyarakat, ASN, hingga alumni Menwa dalam mendampingi pembangunan desa.

Ia meyakini apabila setiap alumni Menwa membina satu desa dan melahirkan satu inovasi, maka ribuan desa di Indonesia akan berkembang lebih cepat menuju Indonesia Emas 2045.
Riza juga mengulas berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, peningkatan harga gabah, penguatan sektor pertanian, pembangunan sekolah rakyat, sekolah unggulan, hingga rencana pembangunan universitas bertaraf internasional.

Menurutnya, seluruh program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari desa.

Di akhir sambutannya, Riza memberikan pesan khusus kepada generasi muda Menwa agar mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin dari tingkat desa.
Ia mendorong kader-kader Menwa untuk berani mencalonkan diri sebagai kepala desa sebagai langkah awal membangun pengalaman kepemimpinan sebelum meniti karier di tingkat yang lebih tinggi.

“Mulailah menjadi pemimpin dari desa. Jadilah kepala desa, kemudian berkembang menjadi anggota DPRD, bupati, gubernur, menteri, bahkan Presiden. Kepemimpinan harus dibangun dari bawah,” tegasnya.

Selain itu, Riza meminta DPP IARMI Jawa Timur melakukan revitalisasi organisasi hingga tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan. Ia juga menginstruksikan pendataan ulang seluruh alumni Menwa di Jawa Timur serta mendorong kebangkitan kembali Resimen Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dengan dukungan pemerintah, TNI, dan Polri.

“Jadilah organisasi yang dikenal bukan karena banyaknya kegiatan seremonial, tetapi karena besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPP IARMI Jawa Timur periode 2025–2029 yang baru dilantik. Mewakili Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Emil berharap kepengurusan baru mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Menurut Emil, Resimen Mahasiswa (Menwa) selama ini telah menjadi wadah pembinaan generasi muda yang membentuk karakter disiplin, tangguh, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat bela negara dan nasionalisme yang tinggi. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

“Menwa adalah kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk menjadi generasi muda yang disiplin, tangguh, berjiwa pemimpin, serta memiliki semangat bela negara dan nasionalisme. Nilai-nilai itulah yang menjadi kunci keberlangsungan bangsa kita,” ujar Emil.

Ia menambahkan, IARMI memiliki posisi strategis sebagai simpul kebangsaan yang mampu memberikan teladan kepada generasi muda. Para alumni Menwa yang kini telah berkiprah di berbagai profesi dan bidang pengabdian diharapkan terus menjadi contoh dalam menjaga semangat patriotisme dan pengabdian kepada negara.

Emil menilai tantangan bangsa saat ini tidak lagi semata-mata berupa ancaman fisik, melainkan tantangan menjaga ketahanan nasional di tengah dinamika ekonomi global dan berbagai persoalan domestik.

“Hari ini ancaman yang kita hadapi bukan lagi ancaman fisik secara langsung, tetapi bagaimana kita menjaga ketahanan ekonomi dan ketahanan domestik. Perjuangan ini membutuhkan kerja keras, pengorbanan, dan keberanian keluar dari zona nyaman,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Emil, siap terus bersinergi dengan IARMI dalam berbagai program pembangunan daerah. Ia optimistis organisasi alumni Menwa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemajuan masyarakat.

Emil juga mengaitkan peran IARMI dengan visi pembangunan Jawa Timur “Gerbang Baru Nusantara”, sehingga berbagai program organisasi dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan pemerintah daerah.

Selain itu, ia mengajak seluruh jajaran IARMI mendukung program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terus dikembangkan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak mungkin dicapai apabila hanya mengandalkan pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Program ini merupakan wadah bagi masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah harus serius menggandeng masyarakat, dan masyarakat juga harus berpartisipasi aktif. Dengan kolaborasi itulah program ini akan berhasil,” tegas Emil.

Ia berharap IARMI dapat mengambil peran sebagai salah satu pemangku kepentingan yang turut mengawal dan menguatkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.

Menutup sambutannya, Emil kembali mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPP IARMI Jawa Timur yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, memperkuat semangat kebangsaan, serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *