PALU, Central.info — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026). Momentum ini dijadikan pijakan utama untuk merombak dan memperkuat budaya kerja pelayanan publik yang bersih, berintegritas, dan bebas dari diskriminasi.
Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Imigrasi Palu tersebut mengusung tema nasional, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah refleksi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) imigrasi untuk mengimplementasikan ideologi negara dalam tindakan nyata.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, menegaskan bahwa jajarannya berkomitmen menginternalisasi nilai-nilai Pancasila langsung ke dalam sistem pelayanan keimigrasian.
“Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan. Sebagai aparatur negara, kami bertanggung jawab memberikan pelayanan yang adil, transparan, profesional, dan responsif tanpa membeda-bedakan masyarakat,” ujar Akmal saat memberikan keterangan kepada media, Senin (1/6/2026).
Langkah konkret yang diambil Imigrasi Palu dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila adalah dengan memperkuat budaya kerja yang humanis. Di tengah dinamika sosial yang tinggi, etika pelayanan publik yang adil dan berorientasi pada masyarakat (keadilan sosial) dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap instansi penegak hukum dan pelayanan paspor ini.
Melalui momentum sejarah ini, seluruh pegawai Imigrasi Palu berkomitmen untuk membuktikan bahwa ideologi bangsa tidak hanya hidup dalam simbol, melainkan mewujud pada pelayanan keimigrasian yang bersih dan bebas dari pungutan liar.















Komentar