SURABAYA – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) bersama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kajati Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 15–21 Juni 2026 di sejumlah gelanggang olahraga bulutangkis di Surabaya.
Kejuaraan yang masuk dalam kalender ranking poin nasional tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi bagi atlet-atlet muda maupun atlet prestasi dari berbagai daerah untuk mengukur kemampuan sekaligus mengumpulkan poin peringkat nasional.
Ketua PBSI Jawa Timur, Tonny Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kejati Jatim, para sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet bulutangkis di Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Kajati Jatim bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat dan berkelanjutan. Melalui kejuaraan seperti ini, para atlet memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding yang kompetitif.
Tonny menjelaskan bahwa bulutangkis merupakan cabang olahraga yang memiliki basis penggemar dan pembinaan yang kuat di Jawa Timur.
Karena itu, PBSI Jatim terus berupaya menghadirkan turnamen berkualitas yang mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang nantinya dapat memperkuat daerah maupun Indonesia di level nasional dan internasional.
Menurutnya, dukungan sponsor juga memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pembinaan atlet.
Kehadiran berbagai perusahaan dan mitra dalam kejuaraan ini menunjukkan tingginya kepedulian terhadap perkembangan olahraga prestasi, khususnya bulutangkis.
Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap industri olahraga di Jawa Timur. Mulai dari peningkatan aktivitas klub-klub bulutangkis, pelatih, wasit, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Tonny turut mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia berharap setiap atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus menjadikan turnamen ini sebagai sarana belajar dan meningkatkan mental bertanding.
Sementara itu, penyelenggaraan Piala Kajati Jatim 2026 mendapat sambutan antusias dari para atlet dan klub bulutangkis yang datang dari berbagai daerah. Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa kejuaraan ini telah menjadi salah satu turnamen yang diperhitungkan dalam pembinaan atlet usia dini maupun atlet prestasi.
Dengan total hadiah pembinaan mencapai ratusan juta rupiah dan status ranking poin nasional, Piala Kajati Jawa Timur 2026 diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul baru yang kelak menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia.
Melalui sinergi antara Kejati Jatim, PBSI Jawa Timur, sponsor, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga, kejuaraan ini diharapkannya terus berkembang menjadi ajang prestisius yang berkontribusi terhadap peningkatan prestasi bulutangkis nasional.
Sefangkan Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar AF, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejuaraan Bulutangkis Piala Kajati Jawa Timur 2026 yang digelar bekerja sama dengan PBSI Jawa Timur. Menurutnya, ajang olahraga tidak hanya menjadi sarana kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga media efektif dalam membentuk karakter, disiplin, integritas, serta semangat sportivitas generasi muda.
Abdul Qohar menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang sehat, para atlet dapat mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat mental juara yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Ia berharap kejuaraan yang masuk dalam kalender ranking poin nasional tersebut mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Kajati Jatim juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan turnamen ini sebagai momentum meningkatkan kualitas diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat persaudaraan antar-atlet. Menurutnya, kemenangan merupakan tujuan yang ingin diraih setiap peserta, namun nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan rasa hormat terhadap lawan merupakan hal yang tidak kalah penting.
Di akhir sambutannya, Abdul Qohar menyampaikan harapan agar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kajati Jawa Timur dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan dan berkembang menjadi salah satu turnamen bergengsi yang berkontribusi terhadap kemajuan olahraga bulutangkis nasional.














Komentar