Malang- Kota Malang menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur 2026 yang digelar pada Sabtu, 10 Mei 2026. Kegiatan yang menjadi forum tertinggi organisasi tingkat wilayah tersebut berlangsung semarak dan dihadiri ratusan pengurus serta anggota PII dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Muswil ini tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, namun juga momentum strategis bagi para insinyur di Jawa Timur untuk memperkuat sinergi, profesionalisme, dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Acara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah, legislatif, akademisi, hingga pelaku industri. Sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan pengurus PII dari berbagai daerah juga tampak hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Muswil PII Jawa Timur 2026, Fachrul Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan Muswil.
Ia menyampaikan penghormatan kepada sejumlah tamu undangan yang hadir, di antaranya anggota DPR RI Heru Cahyono, jajaran pengurus pusat PII yang diwakili Sekretaris Jenderal PII, para pimpinan perguruan tinggi, pengurus wilayah dan cabang PII se-Jawa Timur, hingga perwakilan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya, pelaksanaan Muswil kali ini menunjukkan tingginya antusiasme dan soliditas insan insinyur di Jawa Timur. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 154 orang yang terdiri dari pengurus cabang, pengurus mandat, peserta peninjau, unsur perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Profesi Insinyur (PSPI), kalangan industri, hingga tamu undangan lainnya.
Tidak hanya itu, dukungan dari dunia usaha dan industri juga sangat besar. Fachrul mengungkapkan bahwa kegiatan Muswil mendapat dukungan sponsorship dari 36 perusahaan dan institusi dari berbagai sektor strategis seperti teknologi informasi, konstruksi, manufaktur, industri pupuk, hingga infrastruktur.
Fachrul menilai dukungan tersebut menjadi bukti bahwa profesi insinyur memiliki posisi strategis dan semakin dipercaya dalam mendukung pembangunan serta kemajuan industri di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi selama proses Muswil berlangsung. Ia berharap forum musyawarah dapat berjalan secara demokratis, sehat, dan menjunjung tinggi integritas organisasi.
Menurutnya, Muswil bukan sekadar agenda pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan profesi dan menyatukan visi demi kemajuan organisasi.
“Kami berharap Muswil Jawa Timur dapat berjalan lancar, demokratis, penuh semangat persaudaraan profesi, serta menjunjung tinggi integritas organisasi,” katanya.
Fachrul secara tegas juga mengingatkan agar seluruh proses musyawarah terbebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai kehormatan organisasi, termasuk praktik politik uang.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang lahir dari Muswil harus benar-benar merupakan hasil pilihan terbaik demi kemajuan PII Jawa Timur ke depan.
“Kami berharap seluruh proses musyawarah dapat berlangsung secara sehat tanpa adanya praktik-praktik yang mencederai marwah organisasi, termasuk money politic, sehingga hasil musyawarah benar-benar melahirkan kepemimpinan terbaik bagi Jawa Timur ke depan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Fachrul menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, mitra industri, perguruan tinggi, peserta, dan seluruh tamu undangan yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Muswil PII Jawa Timur 2026.
Muswil PII Jawa Timur 2026 diharapkannya mampu melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memperkuat kontribusi insinyur dalam pembangunan nasional dan daerah.
Sedangkan dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyampaikan pentingnya peningkatan keterlibatan tenaga insinyur profesional di berbagai sektor pembangunan, baik di sektor swasta maupun sektor publik. Menurutnya, selama ini kontribusi para insinyur di Jawa Timur sudah cukup besar, khususnya pada sektor private sector atau dunia industri dan usaha.
Namun demikian, ia menilai keterlibatan tenaga profesional bersertifikat di sektor pemerintahan dan layanan publik masih perlu terus diperkuat agar sesuai dengan amanat regulasi nasional.
“Di Jawa Timur memang selama ini lebih banyak berkembang di sektor swasta. Tetapi untuk sektor publik ini yang harus terus kita dorong secara kuat,” ujar Emil Dardak.
Ia mencontohkan sejumlah bidang strategis yang dinilai sangat membutuhkan keterlibatan tenaga insinyur profesional, seperti teknik sumber daya air, pengairan, infrastruktur, dan sektor-sektor teknis lainnya yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Menurut Emil, keberadaan Undang-Undang Keinsinyuran sebenarnya telah memberikan mandat yang jelas terkait pentingnya peran profesi insinyur dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah.
Karena itu, ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap bekerja sama dengan kepengurusan PII Jawa Timur untuk memperkuat implementasi profesi keinsinyuran di berbagai bidang pembangunan.
“Kalau dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan, tentu harus kita benahi bersama-sama, karena Undang-Undang Keinsinyuran sudah memberikan mandatnya,” katanya.
Emil juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif PII Jawa Timur selama ini dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang teknik dan keinsinyuran.
Ia menilai organisasi profesi seperti PII memiliki peran strategis dalam membangun budaya profesionalisme, etika, dan kompetensi di kalangan insinyur Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
“Kami siap bekerja sama dengan kepengurusan PII wilayah Jawa Timur supaya kita bisa menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah kebanggaan dari PII,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Emil turut memberikan penghargaan kepada jajaran pengurus PII periode 2023–2026 yang telah menjalankan roda organisasi dengan baik. Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para senior dan tokoh insinyur yang selama ini terus mendukung perkembangan dunia keinsinyuran di Jawa Timur.
“Tentu tidak ada yang sempurna, tetapi kami mengapresiasi bahwa PII sudah bergerak dan mendapat apresiasi yang sangat baik,” ujarnya.
Menurut Emil, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari peran besar para insinyur yang berada di balik pembangunan infrastruktur, teknologi, tata kota, pengelolaan sumber daya air, hingga penguatan industri.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota PII dan insan keinsinyuran di Jawa Timur untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan pengabdian demi kemajuan daerah.
“Kepada semua yang aktif, mari kita berjuang bersama-sama mewujudkan Jawa Timur sebagai gerbang Nusantara dengan menjadikan Jawa Timur rumahnya para insinyur terbaik di Indonesia,” pungkas Emil Dardak.














Komentar