oleh

Pimpin Bukber HIPKA Jatim, dr Agung Ajak Anggota Perkuat Kolaborasi Usaha

SURABAYA – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jawa Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama dan Silaturrahim Obrolan Bisnis (Silobis) di Santika Premiere Hotel, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Minggu (8/3).

Kegiatan yang dipimpin Ketua BPW HIPKA Jatim, dr Agung Mulyono itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi bisnis bagi para pengusaha anggota HIPKA dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Awalnya, kegiatan ini direncanakan turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Namun pada saat bersamaan, Emil harus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pamekasan.

Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa Silobis merupakan agenda rutin organisasi yang tidak hanya bertujuan mempererat kebersamaan antaranggota, tetapi juga membuka ruang kolaborasi usaha di antara para pengusaha.

“Ini kegiatan rutin tahunan. Targetnya sederhana, berkumpul bersama, buka puasa bersama, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam rangka membangun bisnis bersama,” ujar Agung.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang buka puasa bersama. Lebih dari itu, Silobis menjadi ruang diskusi bagi para anggota untuk bertukar gagasan, membaca tren ekonomi, hingga menjajaki peluang bisnis yang sedang berkembang.

Dalam forum tersebut, para peserta juga mendapatkan sejumlah paparan dari narasumber terkait berbagai program pemerintah yang dinilai memiliki potensi peluang usaha. Salah satunya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini tengah menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Agung mengatakan, melalui forum semacam ini para anggota HIPKA didorong untuk mencermati program-program pemerintah yang dapat membuka peluang kemitraan bagi dunia usaha.

“Kita mencoba mencermati program-program yang sedang berkembang. Kalau memang ada peluang yang baik tentu bisa diikuti dan dimanfaatkan oleh para anggota,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar seratus anggota HIPKA yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Di antaranya dari Pacitan, Banyuwangi, Jember, Lamongan, Bojonegoro, hingga daerah lainnya.

“Pesertanya cukup banyak, sekitar 100 orang. Bahkan ada yang datang dari daerah cukup jauh seperti Pacitan dan Banyuwangi. Ini menunjukkan semangat kebersamaan anggota HIPKA di Jawa Timur,” katanya.

Ke depan, HIPKA Jawa Timur juga berencana terus menghadirkan berbagai forum diskusi dan pertemuan bisnis secara berkala. Tujuannya agar para pengusaha dapat terus mengikuti dinamika ekonomi maupun kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap dunia usaha.

“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, mungkin setiap tiga bulan sekali dengan tema-tema yang kekinian dan relevan dengan kondisi usaha saat ini,” ujar Agung yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Agung juga mengingatkan para anggota HIPKA untuk jeli membaca peluang usaha di daerah masing-masing. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan kreativitas pelaku usaha untuk mengembangkannya.

“Setiap kabupaten dan kota pasti memiliki potensi dan peluang bisnis masing-masing. Tugas kita adalah mencermati peluang itu, melakukan kajian, lalu mengambil langkah untuk mengembangkan usaha,” jelasnya.

Ia juga menyinggung momentum meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang musim mudik Lebaran yang dinilai dapat membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha.

Menurut Agung, kawasan-kawasan yang menjadi titik pergerakan pemudik seperti terminal, stasiun, bandara, hingga pusat keramaian memiliki potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan.

“Teman-teman harus melihat peluang dari arus mudik Lebaran. Di sekitar terminal, stasiun, bandara, atau pusat keramaian tentu ada potensi yang bisa digarap,” katanya.

Selain sektor transportasi dan perdagangan, peluang juga terbuka di sektor pariwisata yang biasanya mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.

“Momentum mudik dan libur Lebaran ini adalah peluang musiman yang selalu ada setiap tahun. Kalau dimanfaatkan dengan baik tentu bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Silobis tersebut, HIPKA Jawa Timur berharap jaringan antar pengusaha semakin kuat dan mampu mendorong kolaborasi bisnis yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *