oleh

PMI Jatim Gelar Musyawarah Provinsi XVIII, Susun Arah Kebijakan dan Kepengurusan Baru Periode 2025–2030

Surabaya-Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) XVIII bertempat di Hotel Santika Premiere, Jl. Raya Gubeng No. 54 Surabaya, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menetapkan arah kebijakan PMI Jatim untuk lima tahun ke depan.

Sekretaris PMI Jawa Timur, Edy Purwinarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah merupakan gerakan global yang memiliki peran dan tanggung jawab yang sama di seluruh dunia. Ia menekankan bahwa prinsip kesemestaan dan kesatuan menjadi landasan kokoh bagi PMI dalam menjalankan mandat kemanusiaan.

Musprov XVIII digelar sebagai amanat AD/ART organisasi mengingat masa kepengurusan PMI Jatim periode 2020–2025 telah berakhir. “Sesuai ketentuan, kita harus segera menyusun kepengurusan baru. Karena itu, hari ini Musprov dilaksanakan,” ujar Edy.

Musprov tahun ini diikuti 40 peserta dan 42 peninjau, sehingga total kehadiran mencapai 82 orang. Sejumlah agenda penting dibahas dalam forum tersebut, antara lain:

1. Penilaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025.

2. Penyampaian kebijakan strategis PMI Jawa Timur periode 2025–2030.

3. Pemilihan Ketua PMI Jatim Masa Bakti 2025–2030.

4. Pembentukan Tim Formatur untuk menyusun struktur kepengurusan baru.

Edy Purwinarto berharap proses Musprov berjalan lancar sehingga hasil pemilihan dan penyusunan kepengurusan baru dapat segera disahkan. “Kami berharap kepengurusan baru bisa dilantik oleh Ketua Umum PMI bersamaan dengan peringatan Hari Relawan pada 17 Desember 2025, yang direncanakan digelar di Benteng Pendem Ngawi,” jelasnya.

Musprov XVIII ini menjadi momentum penting bagi PMI Jawa Timur dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas relawan, serta memperluas jangkauan layanan kemanusiaan di seluruh wilayah provinsi.

Acara diawali dengan membacakan tujuh prinsip dasar gerakan kepalangmerahan internasional yakni

Kesamaan

Setiap bantuan diberikan secara adil, tanpa melihat latar belakang apa pun. Prioritas utama diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Kenetralan

Agar tetap dipercaya oleh semua pihak, Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidak memihak dalam konflik maupun kontroversi yang bersifat politik, keagamaan, atau ideologis.

Kemandirian

Gerakan ini merupakan organisasi yang mandiri dan harus menjaga otonominya agar dapat bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar yang telah ditetapkan.

Kesukarelaan

Seluruh kegiatan gerakan ini berlandaskan pelayanan sukarela, tanpa tujuan mencari keuntungan pribadi.

Kesatuan

Dalam satu negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. Perhimpunan tersebut harus terbuka untuk semua dan mencakup seluruh wilayah negara.

Kesemestaan

Setiap perhimpunan nasional, termasuk PMI, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di seluruh dunia.Setiap perhimpunan nasional, termasuk PMI, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di seluruh dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *