AMPANA, Central.info – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Tengah menyebabkan satu unit rumah warga di Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-una, mengalami kerusakan berat, Kamis (11/6/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi pukul 16.30 WITA tersebut dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang. Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tojo Una-una, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, sebanyak lima orang warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka tertimpa pohon tumbang.
Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjelaskan, bencana hidrometeorologi ini didorong oleh beberapa faktor cuaca. Analisis menunjukkan adanya gelombang Rossby ekuatorial dan belokan angin (shear line) di wilayah Sulawesi Tengah yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif.
“Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan Teluk Tomini yang berkisar antara +1,0 °C hingga +1,5 °C menambah pasokan uap air, yang semakin memperkuat pertumbuhan awan hujan,” tulis pihak BMKG dalam keterangan resminya.
Sebelum kejadian, Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu sejatinya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada pukul 15.22 WITA. Peringatan tersebut mencakup kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, hingga tanah longsor di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Tojo Una-una.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah rawan bencana. Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi seperti laman bmkg.go.id, aplikasi “Info BMKG”, media sosial @cuacasulteng, atau menghubungi call center 196.
Informasi mengenai kondisi cuaca terperinci bagi masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah kini dapat diakses secara real-time untuk meminimalisir risiko dampak bencana hidrometeorologi susulan di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.









Komentar