BUNTA, Mediacentral.info – Aparat Polsek Bunta, Polres Banggai, berhasil meredam potensi konflik horisontal melalui pendekatan problem solving terkait kasus perkelahian remaja. Mediasi yang melibatkan pemerintah setempat ini digelar di Mapolsek Bunta pada Jumat malam (27/3/2026).
Langkah humanis tersebut diambil untuk menyelesaikan kasus pengeroyokan yang terjadi di kawasan Pelabuhan Bunta pada Selasa (24/3) lalu.
Selain petugas kepolisian, agenda ini turut dihadiri oleh Lurah Bunta I serta para remaja yang bertikai dengan didampingi orang tua masing-masing.
Peristiwa bermula saat korban tengah menyaksikan perselisihan antar kelompok remaja di area pelabuhan sekitar pukul 23.30 WITA. Situasi memanas ketika korban hendak mengambil ponselnya yang tertinggal
Sekelompok remaja justru melakukan pengeroyokan yang menyebabkan korban menderita luka memar pada bagian wajah dan kaki kanan.
Beruntung, aksi kekerasan tersebut segera dilerai oleh warga sekitar sehingga tidak berbuntut panjang. Demi menjaga keamanan, pihak korban memilih melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bunta untuk diproses secara kekeluargaan

Kapolsek Bunta, IPTU Syafarudin Ramin, menyatakan bahwa mediasi ini merupakan langkah preventif guna mencegah dendam berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Kami mengedepankan penyelesaian masalah secara damai agar menjadi pembelajaran bagi para remaja. Harapannya, mereka tidak mudah terpancing emosi di masa depan,” ujar IPTU Syafarudin.
Beliau juga menegaskan pentingnya Peran Orang Tua Mengawasi pergaulan anak di luar jam sekolah, Peran Lingkungan Menjadi pengontrol sosial untuk mencegah tindak kekerasan, Kesadaran Hukum: Melaporkan setiap potensi konflik kepada pihak berwajib secara cepat.
Melalui kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa, dan situasi di wilayah hukum Polsek Bunta terpantau kembali kondusif.***















Komentar