Media Central, Sigi – Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai program prioritas dalam mendukung target nasional swasembada pangan. Program tersebut merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Bupati Sigi dengan Badan Anggaran DPR RI, Kementerian PUPR, dan Bappenas, yang mendorong Sigi menjadi salah satu wilayah percontohan ketahanan pangan.
Kepala Bidang SDA Dinas PUTR Sigi, Zainal Abidin Kamal, ST., MPWP, menjelaskan bahwa Kabupaten Sigi menerima alokasi 31 titik lokasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di seluruh daerah irigasi kewenangan kabupaten dalam program Inpres Tahun 2025.
“Sasaran kita, seluruh jaringan irigasi berada pada kondisi baik agar IP (Indeks Pertanaman) petani meningkat. Jika selama ini hanya dua kali tanam setahun, kita targetkan bisa tiga kali dengan ketersediaan air yang mencukupi,” ujar Zainal Abidin, Senin (1/12).
Pada Inpres Tahap II, Kabupaten Sigi mengajukan 31 usulan rehabilitasi jaringan irigasi. Dari jumlah tersebut baru satu yang disetujui, yakni D.I (Daerah Irigisasi) Kamarora, karena Provinsi Sulawesi Tengah belum masuk wilayah prioritas nasional pada tahap pertama.
Memasuki Inpres Tahap III, Pemkab Sigi kembali mengajukan 30 usulan, dan berhasil mengantongi 17 persetujuan, yang seluruhnya telah masuk proses pelaksanaan pekerjaan. Total proyek yang disetujui mencapai 18 paket dengan nilai mencapai Rp 38 miliar.
Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas pemerintahan, sehingga proses pengusulan irigasi telah dilakukan sejak Februari 2005.
Dari 41 usulan, 28 telah disetujui, dan 13 sisanya masih dalam tahap pemenuhan data teknis. Proses perencanaan teknis telah dianggarkan dalam APBD-Perubahan 2025 dan ditargetkan masuk dalam usulan pada awal 2026.
Walaupun fisik pekerjaan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, Dinas PUTR Sigi melalui Bidang SDA tetap terlibat untuk memastikan pekerjaan tepat mutu dan tepat guna.
Dinas PUTR akan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan jaringan irigasi. Kelompok masyarakat seperti Penyuluh dan Penjaga Pintu Air (P3A) dan penyuluh pertanian direncanakan menjadi pengelola jaringan irigasi di tingkat tapak.
Tahun 2025 juga telah dijadwalkan pelatihan peningkatan kapasitas P3A sebagai bagian dari penguatan tata kelola irigasi.
“Kepada masyarakat Kabupaten Sigi, doakan agar usaha Bupati dan Wakil Bupati beserta jajarannya dalam mendukung pengembangan pertanian melalui rehabilitasi irigasi dapat berhasil, untuk mewujudkan Kabupaten Sigi sebagai daerah berbasis pertanian,” tutupnya.(ALi)










Komentar