Surabaya – Rumah Sakit RS Haji Surabaya memperingati hari jadinya yang ke-33 dengan penuh rasa syukur dan semangat untuk terus berkembang. Momentum usia “tiga-tiga” ini dimaknai sebagai fase istimewa—di mana institusi berada pada puncak kondisi, baik dari sisi kinerja maupun kematangan dalam pelayanan.
Direktur RS Haji Surabaya, Dr. Tauhid Islamy, menyampaikan bahwa usia 33 tahun memiliki filosofi tersendiri. Menurutnya, usia tersebut menggambarkan kondisi yang matang secara emosional, namun tetap prima secara fisik. Hal ini menjadi simbol bahwa rumah sakit berada dalam fase optimal untuk terus melaju menuju puncak prestasi.
Salah satu pencapaian membanggakan yang diraih RS Haji Surabaya adalah predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Predikat ini menjadi indikator penting atas komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga integritas birokrasi. Di Jawa Timur, hanya segelintir instansi yang mampu meraih predikat tersebut, menjadikannya capaian yang sangat prestisius.
Dalam rangkaian peringatan HUT, berbagai kegiatan digelar sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat serta karyawan. Di antaranya adalah pembagian tumpeng kepada pengunjung sebagai simbol terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Selain itu, kegiatan internal seperti seminar, workshop, hingga pelatihan juga diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Beberapa tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut antara lain inovasi pelayanan, pengarahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta seminar perencanaan keuangan. Seluruh rangkaian acara ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi pasien maupun seluruh karyawan sebagai tulang punggung pelayanan rumah sakit.
Lebih lanjut, Dr. Tauhid menekankan pentingnya perubahan budaya kerja (working culture) sebagai kunci utama kemajuan institusi. Menurutnya, transformasi budaya kerja yang telah terjadi membawa dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas, pelayanan pasien, hingga kesejahteraan karyawan. Ia menyebut perubahan ini sebagai titik balik yang akan mempermudah berbagai aspek operasional ke depan.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan, RS Haji Surabaya juga tengah melakukan pengembangan infrastruktur. Saat ini, rumah sakit tersebut sedang membangun gedung Oncology Center setinggi delapan hingga sembilan lantai yang didedikasikan khusus untuk pasien kanker. Pembangunan ini dilakukan sebagai upaya memperluas akses layanan bagi pasien kanker yang selama ini masih terbatas.















Komentar