SIGI, Mediacentral.info – Perhelatan Paskah Nasional V Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Mako Brimob, Biromaru, Kabupaten Sigi, sukses menyedot perhatian nasional setelah dihadiri sekitar 25 ribu umat kristiani pada Minggu (26/4/2026). Di balik kemegahan acara tersebut, sosok Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, muncul sebagai motor penggerak utama di balik layar.
Samuel, yang menjabat sebagai Ketua Harian Panitia, dinilai berhasil mengorkestrasi persiapan teknis yang rumit sejak Januari 2026. Kerja keras selama lima bulan tersebut mencakup penyusunan konsep, manajemen anggaran, hingga mobilisasi massa lintas lembaga yang berjalan tanpa kendala berarti.
Dalam keterangan resminya pada Selasa (28/4/2026), Samuel menegaskan bahwa keberhasilan acara berskala besar ini merupakan buah dari sinergi kolektif dan pertolongan Tuhan. Ia menepis apresiasi personal dan lebih menekankan pada kekuatan kolaborasi lintas sektor.
“Pertama, tentu semua karena pertolongan dan berkat Tuhan sehingga rangkaian kegiatan berjalan baik. Kedua, ini adalah buah kerja sama yang luar biasa antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Sigi, dan Kementerian Agama,” ujar Samuel di Sigi.
Keamanan dan aksesibilitas menjadi pilar penting dalam viralnya acara ini. Samuel mengapresiasi dukungan penuh dari TNI-Polri, khususnya Polda Sulteng dan keluarga besar Brimob. Ia juga secara khusus menyebut peran Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, yang menyediakan armada transportasi bagi jemaat.
Menariknya, Paskah Nasional V ini juga menjadi simbol kerukunan umat beragama yang kuat di Sulawesi Tengah. Samuel mengungkapkan bahwa tokoh-tokoh besar seperti Ketua Utama PB Alkhairaat Habib Alwi dan Ketua FKUB Sulteng Prof. KH Zainal Abidin turut memberikan dukungan moral yang besar.
“Kehadiran tokoh lintas agama, tokoh adat, hingga keterlibatan remaja masjid dan imam desa di sekitar lokasi acara menunjukkan bahwa Sigi adalah panggung persaudaraan yang nyata,” tambahnya.
Soliditas panitia lintas denominasi gereja dan dukungan para donatur menjadi faktor pelengkap yang membuat perhelatan ini berlangsung khidmat. Samuel berharap kesuksesan ini dapat memperkuat citra Sulawesi Tengah sebagai daerah yang damai, religius, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong di mata nasional.
“Ini bukan keberhasilan satu orang, melainkan keberhasilan kita semua. Sigi telah membuktikan mampu menyelenggarakan agenda nasional dengan aman dan penuh sukacita,” pungkas Samuel.*(Ali)















Komentar