Surabaya, 3 Maret 2026 – Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur menggelar Upacara Peringatan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja, serta HUT ke-64 Satuan Pelindungan Masyarakat, Selasa (3/3), di halaman Kantor Satpol PP Provinsi Jawa Timur.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh personel dari unsur Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP, serta Satlinmas. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian Damkar selama 107 tahun, Satpol PP 76 tahun, dan Satlinmas 64 tahun sebagai pilar utama penjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan keselamatan masyarakat di Jawa Timur.
Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Andik Fadjar Tjahjono, dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung semangat “Dedikasi Tiada Henti, Tegas Bernurani, Perlindungan Sepenuh Hati.”
“HUT ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian. Kita harus hadir sebagai aparatur yang tegas dalam penegakan aturan, namun tetap mengedepankan nurani dan pendekatan humanis,” tegasnya.
Upacara diikuti ±187 ASN Satpol PP Provinsi Jawa Timur yang mencerminkan soliditas dan kesiapsiagaan aparatur. HUT Damkar ke-107 mengusung tema “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri,” sementara HUT ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satlinmas mengangkat tema “Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan.” Tema tersebut menegaskan bahwa ketangguhan aparatur menjadi fondasi stabilitas sosial dalam mendukung agenda pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Andik juga memaparkan capaian kinerja tahun 2025 yang melampaui target. Persentase penanganan ketenteraman dan ketertiban umum serta pelindungan masyarakat mencapai 86,21 persen dari target 85 persen. Indeks Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (IPKKU) mencapai 91,86 dari target 75. Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Suburusan Trantibum tercapai 100 persen.
Selain itu, proporsi penduduk yang merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggalnya mencapai angka 90, melampaui target 65,95–71. Fasilitasi kegiatan pencegahan, penanggulangan, serta penyelamatan kebakaran dan nonkebakaran juga terealisasi 100 persen dari target 90 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan responsivitas dan profesionalisme aparatur dalam menjaga stabilitas daerah. Peran Damkar kini tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga penguatan fungsi penyelamatan (rescue). Satpol PP terus memperkuat pendekatan tegas namun humanis dalam penegakan regulasi, sementara Satlinmas semakin strategis sebagai garda deteksi dini di tingkat masyarakat.
Memasuki tahun 2026, Satpol PP Provinsi Jawa Timur menetapkan program prioritas berupa penguatan tata kelola, integrasi data, serta partisipasi publik. Melalui program SIJALINMAJA (Sistem Integrasi Jaga Lindungi Masyarakat Jawa Timur), koordinasi antarinstansi akan diperkuat secara terstruktur guna meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas kinerja.
Selain itu, program LANANGMAS difokuskan pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyampaian pengaduan trantibumlinmas, sehingga respons terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Momentum peringatan ini diharapkannya semakin memperkokoh profesionalisme, integritas, serta semangat pengabdian seluruh jajaran dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman, tertib, dan sejahtera.
Dirgahayu ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Dirgahayu ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja.
Dirgahayu ke-64 Satuan Pelindungan Masyarakat.














Komentar