Magetan Media Central, Kasus penyakit jantung di Kabupaten Magetan tergolong tinggi. Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr Sayidiman Magetan, dr. Much. Muzakky, dengan menyebutkan bahwa setiap hari pihaknya melayani puluhan pasien dengan berbagai keluhan jantung.
“Setiap hari itu kurang lebih ada 80 sampai 100 pasien yang kita layani. Mayoritas memang tiga kondisi, yaitu gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan aritmia atau gangguan irama jantung,” kata dr. Muzakky, pada Rabu (22/04/2026).
Menurutnya, ketiga penyakit tersebut paling sering ditemukan, terutama pada pasien dengan faktor risiko yang tidak terkontrol seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, hingga riwayat keluarga. Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga menjadi penyumbang besar meningkatnya kasus penyakit jantung.
“Akumulasi faktor risiko itu dalam beberapa tahun ke depan hampir pasti akan mengarah ke penyakit jantung, baik koroner, gagal jantung, atau lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, faktor risiko penyakit jantung terbagi menjadi dua, yakni yang tidak bisa diubah seperti usia, jenis kelamin, dan genetik, serta yang bisa dikendalikan seperti pola hidup. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, menjaga pola makan, serta menghindari rokok.
“Olahraga tidak perlu berat, cukup jalan kaki atau jogging ringan secara rutin. Kemudian perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta hindari makanan tinggi lemak dan kolesterol,” imbuhnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala awal penyakit jantung, terutama nyeri dada. Ia menyebut, ada beberapa ciri nyeri dada yang patut diwaspadai sebagai tanda serangan jantung, seperti nyeri hebat yang berlangsung lebih dari 20 menit, menjalar ke leher atau lengan kiri, serta semakin memberat seiring waktu.
“Kalau sudah muncul gejala seperti itu, jangan ditunda. Segera periksa ke fasilitas kesehatan, karena bisa berujung fatal jika terlambat ditangani,” tegasnya.
Bahkan dr. Muzakky juga menyoroti perubahan gaya hidup di era modern yang turut meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada usia muda. “Sekarang usia muda pun sudah banyak yang terkena. Tadi bahkan ada pasien usia 31 tahun sudah mengalami serangan jantung,” ungkapnya.
Untuk mendukung pelayanan, RSUD dr Sayidiman Magetan saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas pemeriksaan jantung seperti EKG, echocardiography (ECHO), hingga treadmill test. Seluruh layanan tersebut juga dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan.
“Ke depan, kami juga sedang mempersiapkan alat holter untuk pemeriksaan rekam jantung 24 jam, khususnya untuk pasien dengan gangguan irama,” tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining jantung sejak usia 40 tahun, meskipun tanpa keluhan, guna mendeteksi dini potensi penyakit. “Lebih baik tahu lebih awal daripada terlambat. Dan perlu diingat jantung itu hanya satu, dan harus dijaga setiap detaknya untuk menentukan kedepannya,” tutupnya. (ex)















Komentar