MOROWALI, Central.info – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu banjir luapan yang merendam permukiman warga di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Minggu (8/5/2026) dini hari.
Bencana hidrometeorologi ini mulai terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Morowali, air meluap dari sungai di kawasan PT IGIP setelah wilayah tersebut diguyur hujan terus-menerus sejak Sabtu sore. Ketinggian genangan air di lokasi dilaporkan bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, material banjir merendam sejumlah properti milik warga. Berikut adalah rincian dampak kerusakan sementara:
13 unit rumah warga terendam air dan lumpur, 4 unit bangunan kos-kosan terdampak luapan sungai.
Hingga saat ini, BPBD melaporkan belum ada warga yang mengungsi ke posko darurat karena air perlahan mulai surut, namun warga tetap bersiaga di kediaman masing-masing.
Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh fenomena atmosfer yang signifikan. Forecaster on Duty menyebutkan adanya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Sulawesi Tengah yang mempercepat pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di wilayah tersebut turut meningkatkan intensitas hujan di Kabupaten Morowali dan sekitarnya. BMKG sendiri sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini siaga banjir untuk wilayah Morowali sejak tanggal 7 Mei 2026.
Menyikapi kondisi cuaca yang masih tidak menentu, BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan seperti banjir bandang dan tanah longsor.
“Kami meminta masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan, untuk terus memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi Info BMKG atau media sosial @cuacasulteng,” tulis pihak Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).
Pihak berwenang memastikan koordinasi antara BMKG, BPBD, serta TNI-POLRI terus berjalan melalui jalur diseminasi informasi cepat untuk meminimalkan dampak risiko bencana di wilayah Sulawesi Tengah.***












Komentar