Media Central Ponorogo– Di tengah gempuran teknologi, SMAN 2 Ponorogo mengambil langkah konkret dalam membentengi karakter generasi muda. Melalui SMADA Islamic Festival (SIF) 2026, sekolah ini sukses mengumpulkan 696 talenta untuk berkompetisi dalam nilai-nilai kejujuran dan sportivitas.
Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus dibarengi dengan kekuatan moral.
“Kecerdasan intelektual di era digital saja tidak cukup. SIF adalah ujian nyata bagi karakter mereka. Kami ingin mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten, tapi juga beradab,” tegas Mursyid saat membuka acara.
Sebanyak tujuh cabang lomba, termasuk Olimpiade Islam, MTQ, MHQ, hingga Solo Vokal Religi, menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah potensi diri. Saskia Umi Layla, selaku Ketua Pelaksana, menambahkan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah pembentukan fondasi kepemimpinan yang kokoh bagi para peserta.
Dengan dukungan berbagai pihak, SIF 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi barometer keberhasilan pendidikan karakter berbasis religi di lingkungan SMA Negeri 2 Ponorogo.(Zty)















Komentar