Surabaya — Teater Api Indonesia akan menggelar pertunjukan musik bertajuk “Titir: Duka untuk Sumatera”, sebuah karya musikal reflektif dari Wukir Suryadi yang mengangkat tema duka ekologis dan kerusakan ruang hidup. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 19.00–22.30 WIB di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Genteng Kali No. 85, Surabaya.
Pertunjukan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga wadah perenungan bersama atas berbagai bencana ekologis yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera dan Aceh.
Selain pertunjukan musik, acara juga akan diisi dengan diskusi bertema “Bencana Ekologis dan Daya Rusak Ruang Hidup”.
Panitia pelaksana, Slamet Gaprak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata seniman dan masyarakat sipil terhadap korban bencana alam sekaligus krisis lingkungan yang terus berulang.
“Pertunjukan ini sekaligus menjadi aksi solidaritas. Seluruh hasil penjualan tiket akan kami donasikan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra dan Aceh,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, melalui pendekatan seni dan diskusi publik, panitia berharap masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga terlibat dalam upaya kemanusiaan dan kesadaran ekologis.
“‘Titir’ adalah suara duka, tetapi juga seruan agar kerusakan alam tidak terus dinormalisasi dan diabaikan,” tegasnya.
Diskusi dalam kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang, di antaranya perwakilan WALHI Jawa Timur, KontraS Surabaya, Gusduran Peduli, serta Dewan Kesenian Jawa Timur. Para narasumber akan membahas keterkaitan antara kebijakan pembangunan, eksploitasi sumber daya alam, serta dampaknya terhadap ruang hidup dan keselamatan masyarakat.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi berbagai lembaga, antara lain Teater Api Indonesia, Dewan Kesenian Jawa Timur, KontraS Surabaya, Gusduran, WALHI Jawa Timur, serta mendapat dukungan dari UPT Taman Budaya Jawa Timur.
Panitia menyediakan tiket dengan harga Rp100.000. Selain menjadi akses untuk menyaksikan pertunjukan, pembelian tiket juga menjadi bentuk kontribusi langsung bagi korban bencana alam di Sumatra dan Aceh.
Melalui kegiatan ini, Slamet berharap semangat solidaritas, keadilan ekologis, dan kepedulian kemanusiaan dapat terus tumbuh dan menguat di tengah masyarakat.















Komentar