BANGGAI – Temuan telur dalam kondisi tidak layak konsumsi di Balai Desa Tolisu pada 24 Februari 2026 menjadi perhatian warga Kecamatan Toili.
Peristiwa ini terjadi setelah sebelumnya sempat ditemukan telur yang terkontaminasi benda asing pada awal bulan.
Pihak mitra Dapur MBG Singkoyo menyampaikan bahwa operasional dapur telah berjalan sejak 22 November 2025 dan melayani 2.615 penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, lansia, hingga siswa TK sampai SMA di wilayah Toili.
Perwakilan mitra, menjelaskan bahwa sebelum beroperasi dapur telah melalui proses Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Fasilitas pendukung seperti mess karyawan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta peralatan memasak berkapasitas besar juga telah disiapkan.
Menurutnya, pengawasan rutin dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai melalui tim Puskesmas Toili 2 yang melakukan kunjungan berkala. Selain itu, tim terkait dari tingkat daerah maupun provinsi juga pernah melakukan peninjauan.
Sejumlah warga berharap adanya penguatan pengawasan serta peningkatan standar kontrol mutu bahan baku dan proses distribusi agar kejadian serupa tidak terulang.
Transparansi informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah sebelumnya juga menegaskan pentingnya standar higienitas dalam operasional dapur program MBG, sebagaimana diatur dalam Permenkes No.
1096/MENKES/PER/III/2011 dan Permenkes No. 2 Tahun 2023 yang mengatur persyaratan kesehatan lingkungan dan sanitasi penyelenggaraan pangan.
Pernyataan mengenai pentingnya standar tersebut pernah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada September 2025.
Informasi dihimpun 25/2/2026, bahwa Masyarakat berharap program MBG di Toili dapat terus berjalan dengan aman, higienis, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh penerima.
Laporan wartawan mediacentral Arif















Komentar