DONGGALA, Central.info — Operasi pencarian terhadap Tihan Junaedi, kakek berusia 80 tahun yang hilang secara misterius di Perkebunan Desa Balukang 2, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, resmi dihentikan pada Kamis (28/5/2026). Tim SAR Gabungan menyudahi pencarian setelah menyisir lokasi selama tujuh hari berturut-turut tanpa hasil.
Keputusan berat ini diambil setelah Tim SAR Gabungan menggelar musyawarah evaluasi bersama pemerintah setempat dan pihak keluarga korban pada pukul 15.45 WITA. Berdasarkan regulasi dan prosedur yang berlaku, batas maksimal pencarian intensif adalah tujuh hari. Pihak keluarga pun mengaku telah ikhlas dan menyepakati penghentian operasi tersebut.
Peristiwa bermula pada Jumat (22/5/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WITA, saat korban bersama anaknya pergi ke kebun. Pada pukul 11.30 WITA, sang anak meninggalkan pondok kebun untuk melaksanakan salat Jumat di masjid terdekat. Namun, saat sang anak kembali ke pondok sekitar pukul 13.00 WITA, kakek Tihan sudah tidak ada di lokasi. Upaya pencarian mandiri oleh keluarga sempat dilakukan, tetapi nihil, hingga akhirnya mereka melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu.
“Seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan secara optimal sesuai prosedur dan standar operasi yang berlaku. Penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur terkait dan kesepakatan pihak keluarga,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi.
Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR membagi area ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli bersama unsur Potensi SAR telah menyisir area-area krusial berdasarkan analisis titik koordinat terakhir korban. Meski seluruh taktik keselamatan dan pelacakan telah dikerahkan hingga pukul 15.30 WITA, tidak ada satu pun tanda-tanda keberadaan korban yang ditemukan.
Dengan dihentikannya operasi ini, seluruh unsur yang terlibat—mulai dari Polsek Sojol, Babinsa, hingga masyarakat setempat—dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Kendati demikian, Basarnas Palu menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali jika di kemudian hari ditemukan bukti atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan korban. Pihak Basarnas juga menyampaikan apresiasi terdalam atas soliditas seluruh relawan dan warga yang bahu-membahu selama tujuh hari terakhir.













Komentar