Surabaya- Universitas Airlangga (Unair) menggelar pengumuman kandidat penerima Golden Ticket pada 27 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu jalur apresiasi bagi siswa berprestasi dari seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui mekanisme tambahan di luar seleksi reguler.
Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.FinProf. , mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar Golden Ticket tahun ini mencapai sekitar 3.885 siswa. Seluruh pendaftar tersebut dinyatakan memenuhi syarat atau eligible dalam jalur Seleksi Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru (SMPMB).
Menurutnya, Unair telah membagi para pendaftar ke dalam empat kuadran berdasarkan capaian akademik dan non-akademik. Kuadran pertama diisi oleh siswa yang unggul baik secara akademik maupun prestasi non-akademik.
Kuadran kedua merupakan siswa dengan prestasi non-akademik yang sangat menonjol, meskipun capaian akademiknya berada pada kategori standar, namun tetap memenuhi syarat seleksi. Kuadran ketiga mencakup siswa dengan kemampuan akademik yang sangat baik tetapi prestasi non-akademiknya tergolong standar. Sementara kuadran keempat adalah siswa dengan capaian akademik dan non-akademik yang sama-sama berada pada kategori standar, namun tetap eligible dalam seleksi.
Pada pengumuman kali ini, Unair menetapkan sebanyak 68 siswa dari kuadran kedua sebagai kandidat penerima Golden Ticket. Mereka merupakan siswa dengan prestasi non-akademik di atas rata-rata, mulai dari bidang organisasi, olimpiade, keagamaan, olahraga, hingga seni.
“Dari total sekitar 3.885 pendaftar, terdapat 68 siswa yang masuk kuadran kedua dan kami tetapkan sebagai kandidat penerima Golden Ticket tahun ini,” ujar Madyan.
Ia menambahkan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 66 siswa. Selain itu, secara keseluruhan jumlah pendaftar maupun potensi kelulusan melalui berbagai kuadran juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Meski demikian, Madyan menegaskan bahwa status yang diumumkan saat ini masih berupa kandidat. Kepastian diterima sebagai mahasiswa Unair tetap mengacu pada hasil resmi jalur SMPMB yang dijadwalkan diumumkan pada 31 Maret 2026.
“Ini masih kandidat, karena pengumuman final tetap mengikuti hasil SMPMB. Namun kandidat yang kami umumkan ini memiliki peluang sangat besar untuk diterima,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa program Golden Ticket tidak mengurangi kuota penerimaan pada jalur SMPMB. Justru, program ini menjadi tambahan kuota bagi siswa berprestasi yang dinilai layak mendapatkan kesempatan lebih besar untuk diterima di Unair.
“Golden Ticket ini bukan bagian dari kuota SMPMB, melainkan tambahan. Jadi tidak mengurangi jatah yang sudah ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kriteria penilaian Golden Ticket tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Penilaian tetap didasarkan pada capaian prestasi luar biasa yang dimiliki siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, seperti keaktifan dalam organisasi, prestasi olimpiade, kejuaraan olahraga, seni, hingga kegiatan keagamaan.
Dengan meningkatnya jumlah pendaftar dan kandidat penerima Golden Ticket, Unair menilai bahwa minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut terus menunjukkan tren positif. Program ini diharapkannya dapat terus menjaring talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia untuk bergabung dan berkembang di lingkungan akademik Unair.














Komentar