LUWU TIMUR, Central.info – Akses layanan kesehatan di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan tajam setelah seorang ibu hamil, Hapsah (39), terpaksa menempuh perjalanan ekstrem demi mendapatkan pertolongan medis. (15/6/2026)
Hapsah harus menempuh jalur darat dan menyeberangi Danau Towuti pada malam hari menuju Rumah Sakit (RS) Primaya PT Vale, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Rujukan tersebut terpaksa dilakukan karena minimnya fasilitas kesehatan dan ketiadaan dokter di wilayah asal pasien.
Pasien dirujuk dari Puskesmas Routa pada pukul 18.30 WITA. Kondisi medis yang mendesak membuat pasien harus segera menyeberangi Danau Towuti menggunakan speedboat selama satu jam, dilanjutkan perjalanan darat selama 20 menit. Setibanya di RS Primaya PT Vale pada pukul 21.00 WITA, tim medis segera melakukan observasi hingga akhirnya tindakan operasi sesar berhasil dilaksanakan pada pukul 03.00 WITA dini hari. Saat ini, ibu dan bayi dinyatakan dalam kondisi sehat.
Perwakilan keluarga pasien, Anadalo Polihe, menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim medis PT Vale dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Ia secara khusus berterima kasih kepada Bupati Luwu Timur, Dr. H. Irwan Bachri Syam, serta anggota DPRD Luwu Timur, Alamsyah (Partai Demokrat) dan Erik Ekstrada (PDI-P), atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat terbantu oleh sikap Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang menjadi tetangga baik bagi warga Routa dalam aspek pelayanan kesehatan,” ujar Anadalo.
Kendati persalinan berjalan lancar, Anadalo menegaskan bahwa insiden ini merupakan cerminan dari persoalan menahun. Ia mengungkapkan, warga Kecamatan Routa sering kali harus bertaruh nyawa di tengah keterbatasan fasilitas medis. Bahkan, menurutnya, ada warga yang meninggal dunia sebelum sempat menjangkau rumah sakit rujukan.
Ironi ini dirasa sangat kontras dengan status Kecamatan Routa sebagai salah satu kawasan pertambangan besar di Sulawesi Tenggara. Kekecewaan masyarakat memuncak saat mengetahui usulan pengadaan tenaga dokter dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) awal 2026 baru akan direalisasikan pada tahun 2027.
“Ini persoalan kemanusiaan. Menunda kehadiran dokter hingga 2027 sama saja dengan meminta masyarakat agar tidak sakit sebelum waktu tersebut. Apakah nurani kemanusiaan telah terkubur oleh kepentingan bisnis?” keluh Anadalo.
Masyarakat Routa berharap Bupati Konawe, Yusran Akbar, segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki sektor kesehatan di wilayahnya. Anadalo berharap pemerintah daerah segera menghadirkan fasilitas kesehatan yang representatif agar warga tidak lagi menjadi “tikus yang mati di lumbung padi” di wilayah yang kaya sumber daya alam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Konawe belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut. (Fadly)












Komentar