oleh

Gelar Istighosah, Ketua JKSN Kyai Asep Saifudin : Doa Bersama Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi dan Gejolak Dunia

Surabaya- Jaringan Kyai Santri Nusantara (JKSN) menggelar Istighosah dan Doa Bersama pada Selasa malam 3 Maret 2026 di Aula JKSN Siwalankerto Surabaya.

Pada Kesempatannya Ketua JKSN Kyai Asep Saifudin Chalim mengajak umat Islam untuk memperkuat doa dan konsolidasi spiritual demi kebaikan Jawa Timur dan Indonesia. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menggelar doa bersama secara rutin, minimal satu hingga dua kali dalam sebulan, sebagai bentuk ikhtiar batin memohon pertolongan Allah SWT.

“Kita mohon pertolongan kepada Allah untuk kebaikan Jawa Timur dan Indonesia. Doa ini harus rutin, agar negeri ini selalu dalam lindungan dan bimbingan-Nya,” ujar Kyai Asep.

Ia juga menegaskan komitmen untuk mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan. Menurutnya, sebagai pemimpin yang diusulkan dan didukung, Presiden harus terus didoakan agar terlindungi, terbimbing, dan berhasil mewujudkan visi Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan.

“Kita harus mempertanggungjawabkan dukungan itu dengan doa. Agar beliau selalu terlindungi oleh Allah dan berhasil dalam upayanya membangun Indonesia yang maju, adil, dan maju hijau,” tegas pengaauh Pondok Pesantren Ammanatul Ummah tersebut.

Kyai Asep juga menyampaikan harapannya agar Mojokerto yang dipimpin Gus Barra (putra Kyai Asep) dapat menjadi miniatur Indonesia yang maju, adil, dan hijau. Ia menilai cita-cita tersebut harus dikawal dengan doa bersama dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung tantangan global yang berpotensi berdampak pada kondisi dalam negeri, termasuk kemungkinan kenaikan harga BBM akibat dinamika geopolitik internasional. Ia menyebut kebijakan subsidi BBM yang nilainya mencapai triliunan rupiah menjadi beban berat bagi negara apabila terjadi kenaikan harga.

Menurutnya, konflik dan ketegangan global, termasuk yang melibatkan Benjamin Netanyahu dan Donald Trump, turut memengaruhi situasi ekonomi dunia. Ia menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai merugikan banyak negara dan memicu kemarahan umat Islam di berbagai belahan dunia.

Meski demikian, Kyai Asep menekankan bahwa umat Islam harus menyikapi situasi tersebut dengan doa dan keteguhan hati, bukan dengan tindakan anarkis. “Kita mungkin tidak bisa berbuat banyak, tapi kita bisa berdoa. Doa adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya Indonesia terus menyuarakan keadilan bagi Palestina di forum internasional. Menurutnya, kepemimpinan nasional harus berani bersikap tegas terhadap ketidakadilan global, termasuk dalam membela hak-hak rakyat Palestina agar suara mereka tetap didengar dunia.

Di akhir tausiyahnya, Kyai Asep mengingatkan perlunya strategi dan kehati-hatian dalam menyikapi dinamika geopolitik global, termasuk terkait posisi Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu, memperkuat doa, dan menjaga Indonesia agar tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan dunia.

“Berat tanggung jawab kita. Tapi dengan doa dan kebersamaan, insyaAllah Indonesia akan tetap kuat dan mampu menghadapi segala ujian,” pungkasnya..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *