SIGI, Central.info — Pemerintah Desa Siderah, Kabupaten Sigi, menggelar kegiatan Rembuk Stunting di kantor desa setempat, Jumat (27/6/2026). Langkah ini merupakan upaya nyata pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting demi menciptakan generasi masa depan yang berkualitas. (27 Juni 2026)
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Sigi Kota, Alex, S.Pd.I., dengan didampingi perwakilan dari Puskesmas Sigi Biromaru, Rahmawati, S.Pd. Turut hadir dalam forum tersebut, Kepala Desa Siderah Aris Pantowana, ahli gizi, bidan desa Citra Nofriana, A.Md.Keb., serta kader KPM dan Posyandu setempat.
Dalam sambutannya, Camat Alex menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target nasional “Zero Stunting”. Ia menyoroti bahwa balita yang terindikasi kurang gizi kronis berisiko mengalami penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak malu melaporkan jika ada anak yang terindikasi stunting. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan dan asupan gizi yang dibutuhkan,” tegas Alex.
Di sisi lain, Kepala Desa Siderah, Aris Pantowana, mengungkapkan keberhasilan pemerintah desa dalam menekan angka stunting sejak tahun 2023. Aris mencatat, saat ia mulai menjabat pada Januari 2023, terdapat 22 balita yang terdata mengalami stunting. Melalui serangkaian intervensi yang didanai APBDes dan koordinasi rutin dengan pihak Puskesmas, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 19 pada tahun 2024, dan terus menurun hingga tersisa 17 balita pada tahun 2026 ini.
“Sesuai amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021, kami berkomitmen untuk terus menguatkan peran Posyandu sebagai garda terdepan. Kami bersama jajaran pemerintah kecamatan rutin turun langsung melakukan pengawasan dan memberikan motivasi kepada orang tua agar terus memantau pertumbuhan balita,” jelas Aris.
Tantangan geografis dan administratif, di mana Desa Siderah masih berkoordinasi dengan Puskesmas Sigi Biromaru karena belum tersedianya layanan Puskesmas di wilayah Sigi Kota, tidak menyurutkan semangat pemerintah desa untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan balita di wilayahnya. (Ali)















Komentar