Surabaya – Direktur Utama Wira Jatim Group BUMD Prov Jatim, Erlangga Satriagung, menilai diskusi publik bertajuk “Restorasi Tatakelola BUMD Jatim: DPRD Bisa Apa?” menjadi forum penting untuk menghimpun gagasan dan masukan konstruktif dari masyarakat dalam upaya memperkuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Timur.
Menurut Erlangga, persoalan yang dihadapi BUMD saat ini bukan semata menjadi tanggung jawab direksi perusahaan, pemerintah daerah, maupun DPRD. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat perlu ikut memberikan masukan yang konstruktif demi terciptanya tata kelola BUMD yang lebih baik.
“Masalah BUMD bukan hanya masalah direksi, bukan hanya masalah eksekutif atau legislatif. Ini adalah persoalan bersama. Karena itu kelompok-kelompok masyarakat juga perlu memberikan masukan yang konstruktif kepada gubernur maupun DPRD untuk membangun BUMD yang lebih baik ke depan,” ujarnya usai mengikuti diskusi publik di Suites Hotel Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Ia mengapresiasi berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut, termasuk rekomendasi yang disampaikan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur terkait evaluasi kinerja sejumlah BUMD. Menurutnya, Pansus telah menjalankan tugasnya secara maksimal dalam memberikan berbagai catatan dan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya melihat Pansus sudah berupaya maksimal memberikan masukan kepada gubernur. Tentu seluruh rekomendasi itu nantinya akan dikaji lebih lanjut berdasarkan data dan validitas yang ada,” katanya.
Meski demikian, Erlangga mengingatkan agar penilaian terhadap BUMD dilakukan secara objektif. Ia menilai tidak semua BUMD berada dalam kondisi yang sama. Ada perusahaan daerah yang memiliki kinerja baik, ada yang perlu pembenahan, dan ada pula yang menghadapi berbagai tantangan serius.
“Jangan kemudian semua BUMD digeneralisasi buruk. Ada yang bagus, ada yang kurang bagus, dan ada yang memang perlu perbaikan. Karena itu evaluasinya harus objektif,” tegasnya.
Terkait isu penyertaan modal daerah yang kerap menjadi sorotan publik, Erlangga menilai modal merupakan syarat utama bagi sebuah perusahaan untuk berkembang. Menurutnya, tidak mungkin sebuah badan usaha dibebani target bisnis yang besar tanpa dukungan modal yang memadai.
“Bisnis itu prasyarat utamanya adalah modal. Tidak mungkin perusahaan diminta berkembang tanpa dukungan modal yang cukup. Setelah kebutuhan modal terpenuhi, baru tata kelola dan profesionalisme pengurus menjadi faktor penentu keberhasilan perusahaan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, dalam dunia usaha, ekspansi bisnis selalu membutuhkan tambahan sumber daya dan investasi. Begitu pula dengan BUMD yang ingin memperluas pasar dan meningkatkan kontribusinya terhadap daerah.
“Kalau ingin meningkatkan pangsa pasar, memperluas usaha, atau mengejar target yang lebih besar, tentu konsekuensinya membutuhkan modal yang lebih besar pula. Itu berlaku di semua sektor usaha,” katanya.
Meski demikian, Erlangga menegaskan bahwa fokus utama yang harus dilakukan saat ini adalah memperbaiki tata kelola perusahaan. Menurutnya, perusahaan hanya dapat berkembang apabila terlebih dahulu berada dalam kondisi sehat dan stabil.
“Kami fokus pada tata kelola terlebih dahulu. Perusahaan harus sehat dulu, stabil dulu. Setelah itu baru bicara ekspansi, target bisnis, atau pengembangan usaha ke depan,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku pemegang saham bersama DPRD dapat terus memberikan dukungan terhadap BUMD dan anak-anak perusahaannya. Menurutnya, ketika terdapat perusahaan daerah yang mengalami penurunan kinerja, yang diperlukan bukan hanya kritik, melainkan juga solusi dan dukungan agar perusahaan tersebut kembali sehat.
“Kalau ada BUMD atau anak perusahaan yang dulu untung kemudian sekarang rugi, harus dicari penyebabnya dan dibantu untuk bangkit kembali. Karena pemiliknya adalah pemerintah daerah, maka dukungan dari Pemprov dan DPRD sangat diperlukan,” katanya.
Erlangga menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPRD, direksi, dewan pengawas, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan BUMD yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan daerah.
“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Tujuannya sama, yaitu menjadikan BUMD sebagai perusahaan yang sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.















Komentar