oleh

Gaya Kepemimpinan Proaktif Bupati Sigi Tuai Pujian Nasional

SIGI, Mediacentral.info – Pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal menuntut kreativitas kepala daerah dalam menggaet anggaran pusat. Strategi “jemput bola” yang diterapkan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, kini menjadi sorotan setelah dinilai efektif mempercepat infrastruktur dan program sosial di wilayah tersebut.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan apresiasi terbuka saat meresmian proyek jalan Boladangko-Banggaiba di Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah pusat merupakan kunci kemajuan daerah.

“Sigi pasti akan maju jika melihat gaya kepemimpinan Bupatinya sekarang. Kepala daerah kalau hanya menjaga wibawa tanpa bergerak, daerahnya tidak akan maju,” tegas Anwar Hafid.

Apresiasi ini sekaligus menepis narasi negatif yang sempat beredar di media sosial melalui akun “Na Mango”. Akun tersebut mengkritik intensitas koordinasi Bupati ke Jakarta sebagai tindakan “peminta-minta”. Menanggapi hal itu, Rizal Intjenae memberikan klarifikasi tegas mengenai sistem otonomi daerah.

“Kalau saya tidak ke Jakarta, bagaimana Sigi bisa mendapat tambahan anggaran? Dalam sistem otonomi, jika kita diam, pusat mengira kita tidak butuh. Aktif membangun komunikasi adalah cara membuka peluang,” jelas Rizal.

Langkah proaktif tersebut membuahkan hasil nyata pada tahun 2024 hingga rencana kerja 2026. Beberapa proyek strategis yang kini berjalan meliputi:

Pelebaran jalan Kalukubula-Gimpu.

Pembukaan akses jalan Lembantongoa menuju Sausu (Parigi Moutong).

Perbaikan 25 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diprioritaskan untuk tahun 2026.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sigi, Amrin, menjelaskan bahwa data penerima bantuan telah diverifikasi secara berjenjang. “Ini kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Kami menyiapkan data agar saat ada peluang anggaran, Sigi sudah siap,” ujar Amrin.

Di sektor pendidikan, Sigi berhasil mengakses program nasional seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Patriot dari Kementerian Sosial. Kepala Dinas Sosial Sigi, Ariyanto, menyebutkan bahwa kesiapan dokumen membuat pelaksanaan program ini berpotensi lebih cepat dari jadwal.

Menariknya, meski gencar mencari dana pusat, Pemkab Sigi tetap memperhatikan kesejahteraan warga dengan tidak membebani pajak daerah. Kebijakan yang diambil antara lain:

Penghapusan BPHTB dan PBG.

Tidak menaikkan PBB.

Pemberian insentif 25 persen bagi wajib pajak taat.

Penghapusan denda tunggakan.

Inspirasi Bagi Daerah Lain

Keberhasilan Sigi juga diakui oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid. Ia menyebut pendekatan kolaboratif Sigi sebagai inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Tengah.

Selain pembangunan fisik, Sigi juga dipercaya menjadi tuan rumah perayaan Paskah Nasional yang akan diketuai oleh Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi. Agenda berskala nasional ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan promosi wisata daerah secara luas.

Dengan proporsi anggaran daerah yang masih bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), langkah Bupati Sigi membuktikan bahwa jejaring ke pusat adalah strategi logis dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.*(Ali)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *