Surabaya- Ketua HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, menghadiri acara program kuliah tamu yang diselenggarakan Universitas Airlangga (UNAIR) bertajuk Young Entrepreneurs: For a Better Future of Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, Surabaya, pada Selasa (28/4/2026), dan menghadirkan Dyah Roro Esti Widya Putri sebagai narasumber utama.
Kehadiran Ahmad Salim Assegaf dalam forum akademik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha, khususnya dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda yang adaptif dan berdaya saing. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan optimismenya terhadap berbagai program yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan RI dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Salim, kuliah tamu ini tidak hanya menjadi ajang berbagi wawasan, tetapi juga membuka peluang konkret bagi pelaku usaha muda di Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berkesempatan berdiskusi langsung dengan Wakil Menteri Perdagangan terkait strategi memperluas akses pasar produk UMKM, baik di tingkat domestik maupun global.
“Ini menjadi peluang besar bagi kami. Tadi saya juga berdiskusi langsung dengan Ibu Wamen, bagaimana ke depan produk-produk UMKM Jawa Timur, khususnya anggota HIPMI, bisa lebih optimal diterima pasar, baik di dalam negeri maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen dari Kementerian Perdagangan untuk membuka akses seluas-luasnya merupakan langkah konkret yang sangat dinantikan oleh para pelaku usaha. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing produk lokal sehingga mampu menembus pasar global.
Lebih lanjut, Salim menjelaskan bahwa sekitar 60 persen anggota HIPMI Jawa Timur berasal dari sektor UMKM. Hal ini menjadi potensi besar yang perlu dimaksimalkan, terutama dalam memperkenalkan produk-produk unggulan ke pasar yang lebih luas. Ia menyebut, HIPMI Jatim telah memiliki katalog digital yang memuat berbagai produk anggotanya, sehingga dapat dengan mudah dipresentasikan kepada kementerian maupun calon mitra pasar.
“Kami sudah memiliki katalog digital produk anggota HIPMI Jawa Timur. Ini akan kami optimalkan untuk dipamerkan dan disampaikan kepada Kementerian Perdagangan, agar akses pasar bisa semakin terbuka,” jelasnya.
Dalam upaya mempercepat penetrasi pasar global, HIPMI Jawa Timur juga akan memfokuskan pengembangan pada beberapa sektor unggulan. Di antaranya adalah sektor makanan dan minuman (F&B), furniture, serta kerajinan (handicraft). Menurutnya, fokus ini penting agar pembinaan dan pengembangan produk dapat dilakukan secara lebih terarah dan optimal.
“Ada banyak sektor, mulai dari furniture, makanan, hingga kerajinan. Namun untuk tahap awal, kami akan fokus pada tiga bidang utama, yakni makanan, kerajinan, dan furniture. Harapannya, produk-produk ini bisa benar-benar siap bersaing dan menembus pasar global,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa produk yang akan dipasarkan merupakan hasil kurasi, sehingga memiliki kualitas unggulan dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan strategi tersebut, HIPMI Jawa Timur optimistis mampu menciptakan produk-produk lokal yang tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.
Menurutnya Kegiatan kuliah tamu ini sekaligus menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkannya lahir lebih banyak wirausahawan muda yang inovatif dan mampu membawa produk Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, ke pasar global.










Komentar